KANAL PERISTIWA – Perjalanan seorang sopir truk asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berakhir di sebuah pangkalan truk di tepi Jalur Pantura, Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Misru (59) ditemukan meninggal dunia di dalam kabin kendaraannya pada Kamis 29 Oktober 2026 malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Keberadaan Misru pertama kali dicurigai setelah truk Hino bernomor polisi L 8060 UB yang dikemudikannya terpantau terlalu lama berhenti berdasarkan pemantauan GPS perusahaan. Petugas manajemen transportasi PT MJ Trans Sindo kemudian menghubungi rekan korban untuk mengecek kondisinya.
Rekan korban yang juga merupakan pengemudi truk yang melintas di jalur yang sama diminta memastikan keberadaan Misru dan membangunkannya jika sedang dalam dalam keadaan tertidur. Namun, ketika tiga rekannya mendatangi lokasi parkir truk di Desa Siwalan, mereka justru mendapati Misru sudah tidak bernyawa.
Saat tiba di lokasi, truk korban masih terparkir dengan kaca pintu pengemudi terbuka sekitar 15 sentimeter. Ketika pintu kabin dibuka, ketiganya mencium bau tidak sedap dan melihat Misru dalam posisi terlentang bersandar di kursi kemudi. Tubuh korban sudah kaku.
Terkejut dengan kondisi tersebut, rekan-rekan korban tidak berani menyentuh tubuhnya. Mereka kemudian mencari bantuan warga sekitar untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Sragi.
Petugas kepolisian bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Telepon seluler, dompet dan uang milik Misru juga masih berada di tempatnya.
Petugas turut menemukan obat gangguan lambung di dalam tas yang berada di dashboard truk serta minyak angin di dekat korban. Temuan tersebut menjadi bagian dari kondisi yang diperiksa petugas, tetapi belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab kematiannya.
Jenazah Misru kemudian dievakuasi ke RSUD Kraton untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tubuh korban telah mengalami kaku dan lebam mayat. Dokter juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan para saksi untuk mengetahui kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sragi bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah,” kata Suwarti, Jumat (30/10/2026).
Ia menambahkan, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Kraton untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barang-barang pribadi milik korban juga masih berada di tempatnya. Untuk penanganan lebih lanjut, jenazah telah dibawa ke RSUD Kraton,” jelasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












