Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (tengah) bersama peserta mengikuti Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Batik di kawasan Kampung Batik Pesindon, Sabtu (31/10/26). Foto: dok istimewa/AI

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (tengah) bersama peserta mengikuti Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Batik di kawasan Kampung Batik Pesindon, Sabtu (31/10/26). Foto: dok istimewa/AI

KANAL KOTA – Ratusan warga berpakaian batik antusias mengikuti Fun Walk di kawasan Kampoeng Batik Pesindon, Kota Pekalongan. Kegiatan Fun Walk berpakaian batik tersebut masih dalam rangkaian peringatan Hari Batik 2026.

Fun Walk berpakaian batik dilepas Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid pada Sabtu (31/10/2026) dengan rute Kawasan Kampoeng Batik Pesindon.

Walikota yang kerap dipanggil Aaf mengatakan konsep jalan sehat dengan kewajiban mengenakan batik menjadi salah satu cara menghadirkan suasana berbeda dalam peringatan Hari Batik.

Menurutnya antusiasme warga Pesindon dan masyarakat sekitar juga terlihat dari banyaknya peserta yang ikut ambil bagian.

“Alhamdulillah semua tamu undangan juga hadir dan warga Pesindon dan sekitarnya juga antusias ikut. Ini warna baru, jalan sehat dalam rangka Hari Batik, tetapi dress code-nya bertema batik dengan kreasi masing-masing,” terang Aaf.

Ia menambahkan kegiatan peringatan Hari Batik di Kampoeng Batik Pesindon bukan hal baru. Agenda tersebut telah berlangsung sekitar tujuh hingga sembilan tahun sejak kawasan kampung batik itu diresmikan.

Pemerintah Kota Pekalongan juga mengatur koordinasi jadwal dengan kampung batik lainnya, termasuk Kampung Batik Kauman. Langkah tersebut dilakukan agar masing-masing kawasan dapat menggelar kegiatan peringatan Hari Batik tanpa berbenturan jadwal.

Baca Juga :  Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah

“Jadi sama-sama meriah, sama-sama memperingati Hari Batik, tetapi tidak bentrok jadwalnya. Semua diatur dengan Pemkot juga supaya tidak berbenturan,” ujarnya.

Rangkaian peringatan Hari Batik di Kampoeng Batik Pesindon tidak hanya diisi Fun Walk. Panitia juga menyiapkan talkshow dan seminar, serta kirab yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari.

Namun, di tengah kemeriahan kegiatan tersebut, Afzan turut menyoroti tantangan yang dihadapi industri batik dan tekstil dalam negeri. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah persaingan produk lokal dengan barang impor.

Ia berharap pemerintah pusat dapat lebih selektif dalam mengatur produk impor yang masuk ke Indonesia, terutama yang berpotensi bersaing langsung dengan produk UMKM.

Menurutnya, perlu ada pemilahan agar kebijakan perdagangan tetap memperhatikan keberlangsungan industri dalam negeri.

“Harapannya ke depan bisa diseleksi lagi apa yang bisa menguatkan sektor UMKM kita, termasuk batik. Apa yang memang tidak terpengaruh, itu harus dipilah-pilah,” jelas Aaf.

Ia menilai persaingan dengan produk impor menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha dalam negeri. Karena itu, persoalan tersebut perlu dibicarakan bersama anggota DPR RI untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Empat Pejabat PDAM Kota Pekalongan Jadi Tersangka, Kejari Langsung Tahan

“Kalau dalam kondisi sekarang bersaing dengan produk-produk impor, tentunya akan berat di Indonesia sendiri,” ungkapnya.

Aaf juga menyebut rencana audiensi dengan anggota DPR RI untuk membahas persoalan tersebut. Anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo dijadwalkan turut mengisi seminar di Kampung Batik Pesindon, yang salah satu pembahasannya berkaitan dengan perhatian pemerintah terhadap sektor batik dan tekstil.

Selain persoalan persaingan pasar, regenerasi pelaku industri batik juga menjadi perhatian. Afzan mengatakan, edukasi membatik di lingkungan sekolah telah dilakukan secara rutin melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba membatik yang melibatkan peserta mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam industri batik tidak harus selalu melalui profesi sebagai pembatik atau pengusaha. Kemampuan teknologi, desain dan pemasaran digital juga bisa menjadi jalan bagi mereka untuk ikut mengembangkan batik.

“Harapannya mereka ini tidak semuanya menjadi pengusaha batik. Tapi ada yang lebih melek teknologi, mereka bisa membantu mendesain batiknya seperti apa, membantu memasarkan dengan digital marketing dan sebagainya,” paparnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Esports Pekalongan Raih Perak Porprov Jateng 2026, Mental Jadi Kunci
RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November
Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat
Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium
Investasi ke Guru PAUD, Pemkot Pekalongan Beri Beasiswa S-1

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Atlet Esports Pekalongan Raih Perak Porprov Jateng 2026, Mental Jadi Kunci

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB