Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ketua UKM IKM Nusantara menyebut program MBG bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi UMKM di Kabupaten Batang, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Ketua UKM IKM Nusantara menyebut program MBG bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi UMKM di Kabupaten Batang, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menjadi mesin penggerak baru bagi pelaku UMKM di Kabupaten Batang. Jika mampu memenuhi standar kualitas dan kapasitas produksi, produk pangan lokal berpeluang menjadi pemasok utama kebutuhan dapur program nasional tersebut.

Peluang itu mengemuka setelah organisasi UKM IKM Nusantara menilai Batang memiliki kombinasi kekuatan yang jarang dimiliki daerah lain, mulai dari produk unggulan, sektor pariwisata yang berkembang hingga pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif.

Ketua Umum UKM IKM Nusantara, Chandra Manggih Rahayu, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperluas pasar bagi produk UMKM Batang. Salah satunya dengan membuka jalur distribusi menggunakan kereta api kargo sehingga biaya logistik dapat lebih efisien.

“Batang memiliki banyak produk unggulan dan potensi pariwisata yang baik. Pertumbuhan ekonominya juga meningkat sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha maupun investor,” ujarnya di Batang, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  SPMB SD Batang 2026 Dikawal Ketat, Pemkab Tutup Celah Praktik Siswa Titipan dan Jalur Belakang

Tak hanya memperluas distribusi di dalam negeri, UKM IKM Nusantara juga menyiapkan upaya membawa investor luar negeri untuk melihat langsung peluang bisnis di Kabupaten Batang.

“Kami ingin melanjutkan kerja sama yang konkret. Selain membuka akses pasar, kami juga berupaya menghadirkan investor dari luar negeri untuk melihat berbagai potensi yang dimiliki Batang,” katanya.

Menurut Chandra, Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pemerintah pusat dapat menjadi pasar baru yang menjanjikan bagi UMKM sektor pangan. Produk-produk lokal mulai dari hasil pertanian, olahan makanan hingga kebutuhan pendukung lainnya berpeluang masuk dalam rantai pasok program tersebut.

Namun, peluang tersebut juga dibarengi tantangan. Pelaku usaha diminta meningkatkan standar mutu, memperkuat legalitas produk, serta memperbesar kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Program MBG Tambah Beban TPA Randukuning, Sampah SPPG di Batang Capai 7 Ton per Hari

“Program ini bisa menjadi salah satu pendorong produk lokal di daerah. Batang memiliki sejumlah produk yang nantinya bisa menjadi mitra penyedia kebutuhan pangan untuk dapur-dapur program makan bergizi gratis,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai masuknya jaringan UKM IKM Nusantara dapat mempercepat perluasan pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Menurutnya, kebutuhan yang muncul dari Program Makan Bergizi Gratis hingga peluang investasi baru harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengangkat kelas UMKM Batang, tidak hanya di pasar regional tetapi juga menuju pasar nasional bahkan internasional.

Selain sektor pangan, peluang tersebut diharapkan turut memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini terus dikembangkan di Kabupaten Batang, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Ruang Hijau, Puluhan Kios di Batang Dibersihkan
Pencari Rumput di Batang Temukan Mayat di Hutan Jati
Trans Jateng Masuk Batang 2028, Pekerja KITB dan Wisatawan Bakal Terhubung Shuttle Khusus
Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Alasan Jalan Pertamanan-Kalisalak Resmi Menyandang Nama KH Ahmad Rifai
Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik
Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang
PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau
Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Penataan Ruang Hijau, Puluhan Kios di Batang Dibersihkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Pencari Rumput di Batang Temukan Mayat di Hutan Jati

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Trans Jateng Masuk Batang 2028, Pekerja KITB dan Wisatawan Bakal Terhubung Shuttle Khusus

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Alasan Jalan Pertamanan-Kalisalak Resmi Menyandang Nama KH Ahmad Rifai

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:44 WIB

Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik

Berita Terbaru