Petugas Diduga Tertidur, Palang Perlintasan di Kota Pekalongan Tetap Terbuka Saat Kereta Melintas Bikin Geger Warga

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Insiden palang pintu tetap terbuka saat kereta api melaju di perlintasan wilayah Dekoro sempat membuat geger dan emosi warga setelah mengetahui petugas jaga mengaku dalam kondisi mengantuk sehingga tidak mendengar pemberitahuan melalui radio komunikasi, Minggu (3/8/26). Foto: Ilustrasi AI

Insiden palang pintu tetap terbuka saat kereta api melaju di perlintasan wilayah Dekoro sempat membuat geger dan emosi warga setelah mengetahui petugas jaga mengaku dalam kondisi mengantuk sehingga tidak mendengar pemberitahuan melalui radio komunikasi, Minggu (3/8/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL KOTA — Insiden palang pintu masih tetap terbuka saat Kereta api melaju di perlintasan Dekoro, Kota Pekalongan membuat geger warga setempat dan pengguna jalan. Sejumlah warga yang emosi menuding petugas lalai bahkan  melampiaskan kemarahannya dengan memecah kaca di pos jaga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan M Restu Hidayat membenarkan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.38 dan menyebut lokasi perlintasan berada di kawasan Dekoro tepatnya berada di belakang Grosir Setono.

Menurut Restu, persoalan bukan berasal dari kerusakan palang pintu. Perlintasan tersebut sudah menggunakan sistem elektrik dan tidak ditemukan masalah teknis pada perangkat palangnya.

“Palang pintunya tidak ada masalah. Ini murni human error saja,” ungkap Restu saat dihubungi kanalplus.id, Minggu (30/8/2026).

Saat itu, seharusnya terdapat dua petugas yang berjaga. Namun berdasarkan informasi awal yang diterima Dishub, hanya satu petugas berada di lokasi, sementara satu petugas lainnya sedang keluar untuk mencari sarapan.

Petugas yang berada di lokasi disebut dalam kondisi mengantuk. Restu mengatakan pihaknya masih akan memeriksa penyebab kondisi tersebut sebelum memberikan kesimpulan akhir.

“Kita baru akan melakukan evaluasi total. Padahal di dalam SOP tidak boleh petugas itu satu orang, harus dua orang,” katanya.

Situasi menjadi lebih genting karena kereta sudah berada sekitar 100 hingga 150 meter dari perlintasan. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kemudian menyadari adanya kereta dan mengingatkan petugas.

Warga ikut membantu menghentikan pengguna jalan agar tidak melintas sebelum kereta lewat. Palang kemudian ditutup sehingga kereta dapat melintas dengan aman.

Restu mengapresiasi respons kepedulian warga yang ikut mencegah terjadinya kecelakaan.

“Alhamdulillah masyarakat ikut serta berperan serta. Warganya juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Namun, ia mengakui kejadian tersebut merupakan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) penjagaan perlintasan. Dishub akan memanggil dan mengevaluasi petugas yang berjaga untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu Ikin Sodikin Bertahan Setengah Abad Jualan Bendera Merah Putih, Kini Dikalahkan Belanja Online

“Besok kami akan melakukan evaluasi terhadap orang-orang ini, kenapa melakukan pelanggaran SOP,” ucapnya.

Insiden serupa ternyata pernah terjadi di wilayah yang dijaga Dishub Kota Pekalongan. Restu menyebut kejadian sebelumnya berlangsung sekitar setahun lebih lalu.

Pada kejadian tersebut, salah satu palang di jalur ganda disebut masih terbuka. Sebuah sepeda motor kemudian masuk dan tersenggol bagian belakang kereta hingga pengendaranya terjatuh.

Restu menegaskan pengendara motor tersebut bukan tertabrak langsung oleh kereta. Motor tersenggol dan korban kemudian jatuh ke aspal. Korban diketahui tidak mengenakan helm dan mengalami cedera.

Petugas yang dianggap melakukan pelanggaran disiplin dalam kejadian sebelumnya telah dikeluarkan dari tugas.

“Karena melanggar disiplin, terus kita lakukan evaluasi,” tuturnya.

Restu menegaskan persoalan kali ini bukan karena kekurangan jumlah personel. Dishub Kota Pekalongan saat ini menjaga empat perlintasan kereta api, yakni Dekoro, Gamer, Jalan Hasyim Asy’ari, Jalan Slamet atau Pos Pusri serta Tirto Gang 1.

Di masing-masing pos terdapat delapan petugas yang dibagi dalam sistem shift. Dalam satu waktu, dua petugas seharusnya berjaga.

“Kalau SOP kami, tidak berani memberikan satu orang. Pasti dua orang semuanya,” terangya.

Secara keseluruhan, Dishub menyiapkan 32 petugas khusus penjaga perlintasan ditambah satu koordinator.

Para petugas tersebut juga disebut memiliki kompetensi terkait penjagaan perlintasan kereta api. Sebagian telah memiliki sertifikat, sementara beberapa lainnya masih mengikuti pelatihan.

Karena itu, Restu kembali menyebut dugaan kelalaian petugas sebagai persoalan utama yang perlu dievaluasi.

Di balik insiden tersebut, Dishub juga mengungkap persoalan lain dalam sistem penjagaan perlintasan, yakni informasi kedatangan kereta yang selama ini masih mengandalkan komunikasi melalui radio komunikasi atau HT.

Menurut Restu, petugas Dishub tidak mendapatkan sistem sinyal khusus dari KAI untuk mengetahui kedatangan kereta. Informasi biasanya diteruskan melalui HT dari petugas perlintasan atau titik terdekat.

Baca Juga :  Padi Biosalin di Bekas Lahan Rob Degayu Tembus 6,6 Ton per Hektare, Gabah Siap Diserap Bulog

“Kita hanya mengandalkan HT. Dari HT dari PJL terdekat,” jelasnya.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu titik yang perlu diperbaiki karena keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada ketepatan informasi kedatangan kereta.

Restu mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah agar dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ia bahkan berharap pengelolaan petugas perlintasan di masa mendatang dapat berada di bawah pengelolaan operator perkeretaapian sehingga sistem keselamatan dan informasi kedatangan kereta bisa lebih terintegrasi.

“Harapan saya sih kalau bisa petugas itu diberikan ke kereta api semua saja, biar aman,” tambahnya.

Restu juga menyinggung kondisi para petugas yang menurutnya memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Ia menyebut penghasilan petugas penjaga perlintasan sekitar Rp2,1 juta hingga kurang dari Rp2,2 juta per bulan setelah berbagai potongan. Jumlah tersebut disebut masih di bawah upah minimum regional.

Meski demikian, Restu menegaskan kondisi tersebut tidak dapat menjadi alasan bagi petugas untuk mengabaikan SOP. Sistem penjagaan telah dirancang dengan dua petugas dalam setiap shift agar salah satu bisa beristirahat tanpa meninggalkan pos dalam kondisi tanpa penjaga.

“Kalau petugasnya disiplin, tidak melanggar aturan, insyaallah aman,” tukasnya.

Dishub memastikan evaluasi internal akan dilakukan untuk mengetahui secara pasti mengapa petugas sampai tidak menutup palang ketika kereta hendak melintas.

Restu mengatakan pihaknya perlu memastikan apakah kejadian tersebut murni akibat kelelahan, kelalaian atau ada persoalan lain yang melatarbelakanginya.

“Namanya orang kadang punya masalah-masalah yang barangkali belum diselesaikan. Makanya besok kita akan panggil mereka,” tegasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat
Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium
Investasi ke Guru PAUD, Pemkot Pekalongan Beri Beasiswa S-1
Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini, Kota Pekalongan Wajibkan Belajar 13 Tahun
Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

Berita Terbaru