KANAL BATANG — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, yang dikenal luas sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memulai merealisasikan pembangunan hijau melalui penanaman 2.500 bibit pohon aren (Arenga pinnata). Aksi ini merupakan hasil kolaborasi PT Mitra Aren Indonesia, pengelola KEK Industropolis Batang, PLN dan Danantara, dengan mengusung tema kemandirian pangan, energi bersih, serta pelestarian lingkungan.
Penanaman aren bukan sekadar seremoni penghijauan. Pihak penggagas menempatkannya sebagai fondasi pengembangan ekosistem aren terintegrasi mulai dari penanaman, pendampingan petani, pengolahan nira, produksi gula aren, hingga potensi pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan ini juga menegaskan posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri yang ingin tumbuh seiring dengan keberlanjutan lingkungan, bukan mengorbankannya.
KEK Industropolis Batang sendiri merupakan transformasi dari KIT Batang dan mencakup sekitar 2.886,7 hektare dari total pengembangan kawasan seluas 4.300 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri, logistik dan pariwisata, sehingga inisiatif penghijauan berbasis aren dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara investasi, infrastruktur dan daya dukung lingkungan.
Direktur PT Mitra Aren Indonesia, Lety Jumiati, menyebut aren sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai ekologis, sosial dan ekonomi sangat besar. Menurutnya, aren kerap disebut ‘pohon ajaib’ karena hampir seluruh bagian tanaman tersebut bermanfaat, mulai dari akar hingga daun.
“Aren bukan hanya tanaman penghasil gula, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung kelestarian lingkungan, memperkuat ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi produk lokal Indonesia,” ujar Lety, Jumat (23/10/2026).
Ia menekankan bahwa pengembangan aren harus dipandang sebagai rantai ekonomi yang utuh. Keberhasilannya, lanjut Lety, tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari pohon yang benar-benar tumbuh, petani yang memperoleh manfaat, dan nilai tambah yang tercipta bagi perekonomian nasional.
“Kami berharap penanaman aren ini menjadi awal dari sebuah gerakan yang lebih besar, yaitu pengembangan ekosistem aren Indonesia yang terintegrasi mulai dari penanaman, pendampingan petani, pengolahan hasil, inovasi produk, hingga perluasan akses pasar nasional dan internasional,” paparnya.
Lety juga mengajak agar aksi penanaman tidak berhenti pada seremoni. Ia menekankan pentingnya perawatan, pemeliharaan, dan pengembangan berkelanjutan agar pohon-pohon aren yang ditanam hari ini dapat memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan.
Lety menilai kolaborasi lintas pihak di pemerintah, pengelola kawasan industri, BUMN, dunia usaha, akademisi, komunitas dan petani adalah kunci agar aren dapat menjadi komoditas berdaya saing global.
“Mari kita jadikan aren sebagai simbol kemandirian ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebanggaan kekayaan alam Nusantara,” tegasnya.
Direktur KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menyebut PT Mitra Aren Indonesia sebagai mitra yang menembus batas kerja sama penghijauan di kawasan tersebut. Ia mengakui masih terdapat sejumlah proses administrasi yang perlu diperbaiki agar kolaborasi serupa dapat berjalan lebih mudah di masa depan.
Marfan menjelaskan bahwa penanaman 2.500 bibit aren akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kawasan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur berjalan berimbang dengan program lingkungan.
“Kami percaya bahwa kawasan industri yang sukses dan maju adalah kawasan industri yang pertumbuhan ekonominya dan pertumbuhan infrastrukturnya bisa berjalan seiringan dengan inisiatif serta program berkelanjutan untuk lingkungan,” kata Marfan.
Ia mengungkapkan bahwa penghijauan sebenarnya telah dilakukan dalam beberapa tahap setiap tahun, termasuk di jalur sekunder, area pendukung dan sekitar kawasan. Namun, luas kawasan yang besar serta pergeseran cuaca menjadikan pemeliharaan tanaman sebagai tantangan tersendiri.
“Tantangan di sini adalah cuaca. Kadang kita rebut-rebutan antara menanam dan cuaca. Karena itu, aren yang kita tanam hari ini tidak akan berhenti hari ini. Kami punya divisi khusus yang menangani keberlanjutan kawasan,” jelasnya.
Marfan menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan penanaman aren tidak berhenti sebagai ‘gimik’. Divisi keberlanjutan kawasan akan mengarahkan program pemeliharaan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam beberapa tahun ke depan.
Ia berharap kehadiran aren dapat membantu penyerapan air, penghijauan dan konservasi lahan di kawasan industri.
“Jadi Indonesia ini kaya sekali vegetasinya. Komitmen KITB adalah bahwa perkembangan industri di sini tidak akan berhenti, tetapi berimbang dengan kawasan hijau, ruang terbuka dan keberlanjutan,” urainya.
Marfan menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang akan terus menyediakan ruang bagi inisiatif hijau. Ia berharap kolaborasi dengan Mitra Aren Indonesia tidak berhenti pada 2.500 bibit, melainkan berkembang ke area lain di kawasan.
“Sekarang aren, besok ada lagi. Indonesia kaya sekali vegetasinya. Kami berharap semua manfaat aren, terutama dari sisi serapan air, penghijauan, dan konservasi lahan, dapat terwujud,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












