Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Bupati Batang Suyono menyiram tanaman di sela acara menyerap aspirasi warga Desa Blado, Kamis (22/10/26). Foto: dok istimewa

Wakil Bupati Batang Suyono menyiram tanaman di sela acara menyerap aspirasi warga Desa Blado, Kamis (22/10/26). Foto: dok istimewa

KANAL BATANG – Isu pengelolaan sampah dan usulan kenaikan insentif ketua rukun tetangga (RT) menjadi perhatian utama warga Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Aspirasi itu disampaikan saat dialog dengan Pemerintah Kabupaten Batang dan Forkopimda, Kamis (22/10/2026).

Warga mengusulkan diaktifkannya kembali kegiatan bersih-bersih di kawasan Terminal Bratosan. Usulan tersebut dinilai penting karena penanganan sampah di Kabupaten Batang menghadapi tekanan, baik dari sisi kapasitas penampungan maupun kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu banjir saat musim hujan.

“Persoalan sampah saat ini membutuhkan perhatian serius. Kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memicu banjir saat musim hujan,” ujarnya.

Menurut Suyono, dampak sampah juga dirasakan warga di wilayah hilir, termasuk mereka yang telah berupaya menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, ia menilai gerakan bersih-bersih perlu melibatkan masyarakat secara lebih masif, bukan hanya mengandalkan kerja pemerintah.

Baca Juga :  Populasi Ayam Petelur Naik 17 Persen dengan Konsumsi Hanya 2 Persen, Peternak Batang Soroti Proyeksi MBG

“Solusinya harus menggerakkan kembali masyarakat secara masif agar sadar bahwa sampah itu mengganggu. Bahkan, saat musim hujan bisa menyebabkan banjir,” katanya.

Isu lain yang diangkat warga adalah usulan kenaikan insentif bagi ketua RT. Pemerintah daerah mengakui aspirasi tersebut, tetapi menilai kenaikan tambahan saat ini sulit dilakukan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Suyono menjelaskan bahwa Pemkab Batang sebelumnya telah menambah alokasi anggaran untuk insentif RT. Namun, penambahan berikutnya harus mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.

“Kalau untuk menaikkan kembali, kemampuan keuangan daerah saat ini sangat sulit. Kita belum tahu bagaimana kondisi keuangan pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Baca Juga :  As Truk Patah di Tanjakan Kalipancur Batang, Dump Truck Bermuatan Batu Terguling dan Tutup Akses Blado–Bandar

Ia menambahkan, aspirasi warga tetap akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan prioritas pembangunan. Namun, keputusan akhir tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Kabupaten Batang.

Dalam dialog tersebut, pemerintah daerah juga memaparkan capaian pembangunan tahun 2026 serta rencana pembangunan tahun 2027. Suyono menekankan bahwa pembangunan yang dilaksanakan bersumber dari pajak masyarakat, sehingga partisipasi warga dalam membayar pajak menjadi penting bagi keberlanjutan program daerah.

“Seluruh pembangunan itu dibuat untuk masyarakat, dari hasil pajak masyarakat. Kemudian, hal-hal lainnya menjadi masukan dan saran masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Batang ke depan,” tukasnya.

Pemerintah Kabupaten Batang berharap komunikasi dengan warga melalui forum semacam ini dapat menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran, khususnya untuk persoalan lingkungan dan pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu
Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru