OTT Bupati Pemalang Jadi Alarm Keras, Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan Dinilai DPRD Sebagai Krisis Tata Kelola

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang Heru Kundhimiarso mengaku prihatin atas terulangnya peristiwa OTT KPK, Rabu (29/7/26).

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang Heru Kundhimiarso mengaku prihatin atas terulangnya peristiwa OTT KPK, Rabu (29/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tidak hanya mengguncang pemerintahan daerah, tetapi juga kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai tata kelola birokrasi di Kabupaten Pemalang.

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan yang diungkap KPK tidak sebatas menyangkut penerimaan uang dari proyek pemerintah, tetapi juga mengarah pada dugaan praktik jual beli jabatan. Jika dugaan tersebut terbukti, perkara ini bukan sekadar persoalan penyalahgunaan anggaran, melainkan menyentuh proses pengambilan kebijakan dan manajemen birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Dalam keterangan resminya, KPK menyebut penyelidikan bermula dari dugaan penerimaan uang oleh Bupati Pemalang terkait proyek-proyek pemerintah daerah. Penyidik juga mendalami dugaan adanya transaksi yang berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan.

Temuan awal itu diperkuat dengan operasi yang dilakukan secara serentak. Selain mengamankan 21 orang di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar serta menyegel sejumlah lokasi, mulai dari ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) hingga dua rumah yang diduga berkaitan dengan perkara.

Baca Juga :  Bullying hingga Kecelakaan Pelajar Jadi Sorotan MPLS di Pemalang, Polisi Turun Langsung ke Sekolah

Bagi masyarakat Pemalang, operasi tersebut seolah membuka kembali luka lama. Empat tahun lalu, Kabupaten Pemalang juga diguncang operasi KPK yang menjerat kepala daerah sebelumnya. Kini, kasus serupa kembali terjadi saat pemerintahan berganti.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang Heru Kundhimiarso mengaku prihatin atas terulangnya peristiwa tersebut. Menurutnya, DPRD sebenarnya telah beberapa kali mengingatkan jajaran eksekutif agar berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

“Kita sudah berkali-kali mengingatkan, baik dalam rapat resmi, forum diskusi maupun melalui media. Harapan kita waktu itu jangan sampai Pemalang mengalami kejadian seperti empat tahun lalu, tetapi akhirnya kembali terjadi,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga :  MDMC Pemalang Kembali Targetkan Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu tata kelola pemerintahan sebenarnya telah menjadi perhatian sejak lama. DPRD mengklaim telah menjalankan fungsi pengawasan, termasuk memberikan berbagai catatan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pemalang berupaya memastikan kasus hukum yang sedang berjalan tidak mengganggu pelayanan publik. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pemalang Tutukno Raharjo menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah diminta tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

“Yang paling penting, kami sudah meminta kepada semua jajaran agar kegiatan rutin dan pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap terus berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah tidak ringan. Selain menjaga stabilitas birokrasi, Pemkab juga harus memulihkan kepercayaan publik yang kembali terguncang akibat perkara dugaan korupsi yang menyeret kepala daerah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB