Latihan Dayung di Sungai Laes Berujung Tragedi, Satu Atlet PODSI Pemalang Ditemukan Meninggal

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenasah atlet PODSI Pemalang yang diduga tewas tenggelam di Sungai Laes, Senin (25/5/26). Foto Istimewa

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenasah atlet PODSI Pemalang yang diduga tewas tenggelam di Sungai Laes, Senin (25/5/26). Foto Istimewa

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Latihan dayung mandiri yang dilakukan dua remaja anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang di Sungai Laes, Desa Penggarit, Kabupaten Pemalang, berakhir tragis. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kedua remaja tersebut diketahui bernama Alif (16) dan Alfi (16), warga Dusun Kesapen, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang. Keduanya diduga tenggelam saat berlatih menggunakan kayak pada Sabtu (23/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan satu korban atas nama Alif ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (25/5/2026) pagi.

“Korban atas nama Alif ditemukan sekitar 100 meter dari bendungan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban lainnya masih dalam pencarian,” katanya.

Sebelumnya, kedua remaja tersebut diketahui tidak kunjung pulang hingga malam hari usai latihan di Sungai Laes. Kondisi itu membuat pihak keluarga cemas dan melakukan pencarian pada Minggu pagi.

Baca Juga :  Tak Sekadar Touring, BikersMu Kudus Tempuh 160 Km Keliling Muria Sambil Santuni Anak Yatim dan Sebar Dakwah

Dari hasil pencarian awal, keluarga menemukan sepeda motor milik korban masih terparkir di dekat area sungai kawasan Benowo Park. Selain itu, dayung ditemukan di area Bendungan Sungapan yang berada tidak jauh dari lokasi latihan.

Satu perahu kayak yang biasa digunakan korban juga diketahui sudah tidak berada di tempat penyimpanan peralatan. Rekaman CCTV Benowo Park turut memperlihatkan kedua korban menuju lokasi latihan pada Sabtu siang sekitar pukul 14.16 WIB.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan pihaknya menerima laporan dugaan tenggelamnya dua remaja tersebut pada Minggu sore dan langsung mengirimkan tim SAR ke lokasi.

“Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai,” ujarnya.

Baca Juga :  30 Desa di Pemalang Alami Kekeringan, Lebih dari 93 Ribu Warga Kini Andalkan Pasokan Air Bersih

Menurut Budiono, dugaan sementara perahu kayak yang digunakan korban terbalik akibat derasnya arus sungai sehingga kedua remaja tercebur dan terseret arus.

“Diduga perahu kayak yang dipakai buat berlatih terbalik dan mereka tercebur sungai lalu terseret arus hingga tenggelam dan hilang,” tambahnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, PMI, PODSI, TNI, Polri, relawan dan perangkat desa terus melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Laes hingga area bendungan.

Pada hari pertama pencarian, operasi SAR sempat terkendala minimnya pencahayaan dan kondisi gelap di sekitar lokasi sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya dengan metode penyisiran sungai dan penyelaman di sekitar bendungan.

Hingga kini, satu korban lainnya masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB