PEMALANG, KANALPLUS.ID – Detik-detik menegangkan dialami keluarga Karmudi, warga Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang pada Kamis 14 Mei 2026 malam. Sebuah batu raksasa berdiameter sekitar 2,5 meter tiba-tiba longsor dari tebing dan menghantam rumah mereka saat penghuni masih beraktivitas di dalam rumah.
Beruntung, tidak ada anggota keluarga yang berada di ruang tengah ketika batu besar itu menerjang bangunan sekitar pukul 21.05 WIB. Padahal, bagian rumah yang tertimpa merupakan area tempat keluarga biasa berkumpul dan menonton televisi.
“Kejadiannya di ruang tengah, TV. Kebetulan nggak ada orang di situ,” ujar Murinto tetangga korban saat dihubungi kanalplus.id, Jum’at (15/5/2026).
Menurut Murinto, rumah milik Karmudi memang berada tepat di bawah lereng bukit. Saat kejadian, suasana sudah malam sehingga tidak ada warga yang menyadari batu besar itu mulai bergerak dari atas tebing.
“Jadi itu tiba-tiba saja, tidak ada yang tahu. Kan waktu itu malam-malam kejadiannya,” jelasnya.
Saat batu menghantam rumah, Karmudi diketahui masih berada di dalam rumah untuk membuat adonan roti dan mie. Sementara istrinya sedang berada di warung mie ayam miliknya yang berada di bagian luar rumah.
“Suami tok yang di rumah, lagi mau mengadoni bikin roti sama mie di belakang rumah,” ungkap Murinto.
Benturan keras batu menyebabkan dinding rumah jebol. Sejumlah perabot rumah tangga rusak akibat tertimpa material bangunan dan batu besar yang masuk ke dalam rumah.
“Iya itu temboknya sampai bolong jebol ditembus batu. Ada etalase pecah, terus pintunya juga ada yang rusak,” lanjutnya.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Namun setelah dilakukan pengecekan, seluruh penghuni rumah dipastikan selamat tanpa luka.
Camat Watukumpul, Arief Rahman Hakim, menyebut rumah yang tertimpa batu dihuni satu keluarga dengan total lima orang penghuni.
“Untuk korban jiwa dari peristiwa ini nihil. Semuanya alhamdulillah selamat semua,” terangnya.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp20 juta. Batu besar yang menghantam rumah hingga kini masih berada di dalam bangunan dan belum dapat dievakuasi.
Berdasarkan laporan yang diterima kecamatan, longsoran batu diduga dipicu angin kencang yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Kayu penyangga batu di atas tebing disebut tidak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya batu longsor ke permukiman warga.
Hingga Jumat siang, keluarga korban masih menunggu kedatangan tim gabungan untuk mengevakuasi batu raksasa dari dalam rumah mereka.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









