Polisi Selidiki Insiden Tragis Peserta Kursus Renang Ditemukan Tewas Tenggelam di Pemalang

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 11:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi memasang garis kuning dan menutup operasional kolam renang RA Lodaya di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Senin (4/5/26).

Polisi memasang garis kuning dan menutup operasional kolam renang RA Lodaya di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Senin (4/5/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Insiden tragis menimpa seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang meninggal dunia saat mengikuti kursus renang di Kolam Renang RA Lodaya, Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian, terutama terkait aspek pengawasan dan standar keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Korban merupakan warga Desa Kreyo, diketahui tenggelam saat mengikuti kursus renang untuk pertama kalinya pada Minggu 3 Mei 2026 pagi. Kejadian ini terungkap setelah seorang pelatih secara tidak sengaja menyentuh tubuh korban di dasar kolam.

Kapolsek Randudongkal AKP Sudaryo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.45 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Korban diketahui tenggelam saat pelatih sedang menangani peserta lain. Saat itu kakinya menyenggol tubuh di dasar kolam, dan setelah dicek ternyata korban,” ujar Sudaryo kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  Upaya Penyelesaian Kasus Dugaan Bullying di Pemalang Gagal, Orang Tua Murid Pilih Lanjut Proses Hukum

Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui merupakan peserta pemula yang baru pertama kali mengikuti kursus renang. Hal ini menjadi perhatian aparat dalam mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan terhadap peserta.

“Korban ini merupakan peserta pemula yang baru pertama kali mengikuti kursus renang,” ungkapnya.

Setelah ditemukan di dasar kolam, korban sempat diangkat ke permukaan dan diberikan pertolongan pertama oleh pelatih. Selanjutnya, korban dilarikan ke rumah sakit oleh orang tuanya, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan korban datang dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas, serta tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kapolsek.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tenggelam dengan kondisi paru-paru kemasukan air. Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Baca Juga :  Bhayangkara Expo 2026 Gandeng UMKM Pemalang Pamer Produk Unggulan

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi telah memasang garis pembatas di area kolam renang dan memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk pelatih, pengelola, serta saksi di lokasi kejadian.

Adapun kronologi kejadian bermula saat pelatih renang bernama Nur Alvian tengah melatih peserta lain. Tanpa sengaja, kakinya menyentuh tubuh korban di dasar kolam. Menyadari hal tersebut, pelatih segera menghentikan latihan dan menyelam untuk memastikan.

“Pelatih kemudian menemukan korban di dasar kolam dan diketahui merupakan salah satu peserta kursus renang,” tambah Sudaryo.

Pihak keluarga korban telah dihubungi dan memutuskan tidak menghendaki autopsi. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Kreyo.

Hingga kini, Polsek Randudongkal bersama Satreskrim Polres Pemalang masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas penyebab insiden tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru