Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejak 2017 hingga 2026 sebanyak 19.826 unit rumah subsidi dibangun di 210 lokasi. Namun Kecamatan Gringsing hanya menyumbang 583 unit, jauh tertinggal dibanding Kecamatan Bandar yang mencapai 1.421 unit. Foto : Ilustrasi AI

Sejak 2017 hingga 2026 sebanyak 19.826 unit rumah subsidi dibangun di 210 lokasi. Namun Kecamatan Gringsing hanya menyumbang 583 unit, jauh tertinggal dibanding Kecamatan Bandar yang mencapai 1.421 unit. Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Ledakan pembangunan rumah subsidi di Kabupaten Batang ternyata tidak mengikuti arah pertumbuhan kawasan industri. Di tengah pesatnya investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan KEK Industropolis Batang, Kecamatan Gringsing yang menjadi pintu masuk kawasan industri justru belum menjadi magnet utama pembangunan perumahan subsidi.

Data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Batang menunjukkan, sejak 2017 hingga 2026 telah dibangun 19.826 unit rumah subsidi yang tersebar di 210 lokasi. Namun, Gringsing hanya menyumbang 583 unit, jauh tertinggal dibanding Kecamatan Bandar yang mencapai sekitar 1.421 unit.

“Di Gringsing itu baru 583 unit rumah,” kata Kepala DPRKP Kabupaten Batang, Tatang Sontanti, Kamis (23/7/2026).

Padahal, Gringsing selama ini menjadi salah satu wilayah yang paling sering dikaitkan dengan pertumbuhan industri di Batang. Kehadiran kawasan industri berskala nasional diperkirakan akan memicu kebutuhan hunian bagi para pekerja. Namun, data justru menunjukkan pertumbuhan rumah subsidi lebih banyak terkonsentrasi di wilayah lain.

Kecamatan Batang menjadi daerah dengan pembangunan rumah subsidi terbesar, mencapai sekitar 26 persen dari total pengembangan perumahan. Disusul Kecamatan Warungasem sekitar 25 persen, kemudian Kecamatan Kandeman sekitar 22 persen.

Baca Juga :  Tak Ada Penggabungan SD Negeri yang Kosong, Batang Pertahankan Sekolah Demi Akses Anak Desa

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dengan kawasan industri belum otomatis menjadi faktor utama berkembangnya pasar rumah subsidi. Pengembang ternyata lebih banyak memilih lokasi yang memiliki akses, pasar, dan permintaan yang sudah terbentuk.

Tak hanya itu, pemerataan pembangunan perumahan subsidi juga masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Hingga pertengahan 2026, Kecamatan Reban dan Pecalungan belum memiliki satu pun kawasan rumah subsidi, sedangkan Kecamatan Bawang baru memiliki satu lokasi perumahan.

Di sisi lain, tingginya pembangunan rumah subsidi justru memunculkan persoalan baru. Banyak penghuni perumahan, terutama di Kecamatan Warungasem, berasal dari luar Kabupaten Batang, khususnya Kabupaten Pekalongan.

Menurut Tatang, sebagian penghuni masih menggunakan administrasi kependudukan daerah asal meski telah menetap di Batang.

“Kalau sudah membeli rumah di Kabupaten Batang, segera mengurus KK menjadi warga Batang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan administrasi kependudukan penting karena berkaitan dengan pelayanan publik dan pengelolaan kawasan perumahan, termasuk pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

Baca Juga :  Batang Tak Lagi Dijual sebagai Kawasan Pabrik, Tapi Kota Masa Depan Bagi Insinyur Jepang

Masalah lainnya juga muncul dari proses serah terima fasilitas umum. Dari 210 lokasi perumahan subsidi yang telah dibangun, baru 103 lokasi yang telah menyerahkan PSU kepada pemerintah melalui Berita Acara Serah Terima (BAST). Artinya, masih ada 107 kawasan yang fasilitas umumnya belum resmi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Meski demikian, Tatang menjelaskan kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah. Banyak pengembang masih membangun perumahan secara bertahap sehingga penyerahan PSU juga bisa dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu seluruh kawasan selesai.

“Pentahapan pun langsung saja dibuatkan BAST-nya setiap tahap,” jelasnya.

Dengan hampir 20 ribu unit rumah subsidi yang telah berdiri dalam sembilan tahun terakhir, wajah permukiman Kabupaten Batang memang berubah cukup drastis. Namun di balik angka tersebut tersimpan tantangan baru, mulai dari ketimpangan pembangunan antarwilayah, rendahnya pertumbuhan hunian di sekitar kawasan industri, hingga persoalan administrasi kependudukan dan pengelolaan fasilitas umum yang harus segera diselesaikan agar perkembangan kawasan permukiman tetap berjalan tertib dan berkelanjutan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB