Tak Ada Penggabungan SD Negeri yang Kosong, Batang Pertahankan Sekolah Demi Akses Anak Desa

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemandangan SD Negeri dengan lokasi berjauhan tetap akan dipertahankan untuk menjaga akses pendidikan anak di pelosok Kabupaten Batang, Kamis (9/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Pemandangan SD Negeri dengan lokasi berjauhan tetap akan dipertahankan untuk menjaga akses pendidikan anak di pelosok Kabupaten Batang, Kamis (9/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang memilih mempertahankan keberadaan sekolah dasar negeri hingga ke tingkat desa, meski sejumlah sekolah hanya menerima sedikit murid pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan tersebut membuat tidak ada penggabungan atau merger SD Negeri yang dilakukan pada tahun ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menilai sekolah dengan jumlah siswa terbatas tetap memiliki peran penting, terutama untuk menjamin anak-anak di wilayah pedukuhan tetap bisa bersekolah dengan jarak yang terjangkau.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan seluruh SD Negeri di Kabupaten Batang pada tahun ini masih menerima murid baru. Kondisi itu menjadi alasan pemerintah daerah belum mengambil langkah penggabungan sekolah.

“Untuk tahun ini SD tidak ada yang di-merge karena semua menerima murid, walaupun ada yang jumlahnya sedikit. Kalau di desa itu hanya ada satu SD, tidak boleh dihilangkan. Satu desa harus ada satu SD,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, jumlah siswa bukan satu-satunya dasar dalam menentukan keberlangsungan sebuah sekolah. Kondisi geografis dan jarak antarwilayah menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar yang belum memungkinkan menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Baca Juga :  Punya APBD Rp1,95 Triliun, Batang Pakai 70 Persen untuk Benahi Jalan

Ia mencontohkan, dua dukuh yang berada dalam satu desa belum tentu memiliki jarak dekat. Jika sekolah digabung dan anak-anak harus berpindah ke lokasi lain, mereka berpotensi menempuh perjalanan hingga beberapa kilometer untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kalau di-merger walaupun satu desa, tetapi dukuhnya berlainan, kan kasihan. Dukuh A dengan Dukuh B jaraknya misalnya delapan kilometer, untuk anak SD juga berat. Yang penting kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujarnya.

Disdikbud Batang juga tidak menjadikan jumlah murid yang sedikit sebagai persoalan utama. Bambang menyebut penerimaan sekitar 10 siswa baru dalam satu rombongan belajar masih dinilai cukup baik dalam situasi pertumbuhan penduduk yang berbeda-beda di setiap wilayah.

“Ya, menerima 10 siswa itu sudah baik,” katanya.

Terkait kebutuhan biaya operasional sekolah dengan jumlah siswa minim, Bambang memastikan pembiayaan tetap dapat berjalan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diberikan berdasarkan jumlah peserta didik, sehingga anggaran dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Pembiayaannya sesuai jumlah siswa. BOS itu menyesuaikan jumlah siswa,” jelasnya.

Baca Juga :  Populasi Ayam Petelur Naik 17 Persen dengan Konsumsi Hanya 2 Persen, Peternak Batang Soroti Proyeksi MBG

Saat ini, jumlah SD Negeri di Kabupaten Batang tercatat sebanyak 454 sekolah. Jumlah tersebut berkurang satu dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 455 sekolah, setelah dilakukan merger satu SD di Kecamatan Blado.

Namun berbeda dengan tahun lalu, ketika masih ada sekolah yang tidak memperoleh murid baru sama sekali, seluruh SD Negeri di Kabupaten Batang tahun ini dipastikan tetap memiliki peserta didik dan kegiatan pembelajaran.

Bambang menilai minat masyarakat terhadap sekolah negeri dapat berubah dari waktu ke waktu. Sekolah yang sebelumnya sepi peminat, menurut dia, masih berpeluang kembali menerima lebih banyak murid pada tahun berikutnya.

“Dulu ada SD yang tidak dapat murid, sekarang malah dapat murid. Kita tidak tahu perkembangan pertumbuhan anak ke depan seperti apa. Kalau sudah dihilangkan, nanti justru sulit,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Batang pun memilih menjaga keberadaan sekolah selama masih ada warga yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

“Kalau bisa jangan sampai ada yang di-merger selama masih menerima murid. Intinya itu,” pungkas Bambang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru

Kesibukan kru dalam produksi film di sebuah studio besar. Foto: Ilustrasi AI

Hiburan

10 Pusat Produksi Film Terbesar Dunia

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:10 WIB