Dugaan Pencabulan di Ponpes Pekalongan Mulai Terkuak Setelah Digeruduk Organisasi Yakuza Maneges yang Klaim Terima Puluhan Aduan Santriwati

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Organisasi Yakuza Maneges, Gus Thuba dan puluhan anggotanya mendatangi Ponpes Padepokan Padang Ati di Jalan KH A Fadlun, Simbangkulon, Pekalongan, Rabu (27/5/26).

Ketua Umum Organisasi Yakuza Maneges, Gus Thuba dan puluhan anggotanya mendatangi Ponpes Padepokan Padang Ati di Jalan KH A Fadlun, Simbangkulon, Pekalongan, Rabu (27/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Dugaan kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai mencuat ke publik setelah puluhan anggota organisasi sosial asal Jawa Timur mendatangi lokasi pondok, Rabu (27/5/2026).

Kedatangan massa dari organisasi bernama Yakuza Maneges itu berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati, Jalan KH A Fadlun, Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran. Mereka mengaku datang untuk mengawal dugaan kasus asusila yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pimpinan Yakuza Maneges, Gus Thuba Topo Broto Maneges, mengungkapkan pihaknya menerima banyak laporan dari keluarga korban maupun mantan santriwati yang mengaku mengalami pelecehan fisik di lingkungan pondok tersebut.

“Banyak yang menghubungi pengurus Yakuza dari keluarga korban. Ada juga langsung dari korban untuk minta bantuan membongkar masalah ini,” ujar Gus Thuba saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, laporan yang diterima mayoritas berkaitan dengan dugaan pelecehan fisik. Sementara dugaan intimidasi verbal disebut turut menyertai agar korban tidak berani berbicara ke publik.

Baca Juga :  Mbah Ojek Viral Masuk Tol Batang, Ternyata Salah Jalur Saat Antar Penumpang ke Pondok Pesantren

“Kalau verbal itu lebih ke ancaman kalau sampai speak up. Ancamannya macam-macam,” katanya.

Gus Thuba juga menyinggung kasus santriwati yang sebelumnya viral karena disebut hamil hingga melahirkan tanpa mengaku memiliki pasangan. Ia menyebut kasus tersebut masih terus didalami sebagai bagian pengembangan dugaan perkara lain yang berkaitan.

“Iya, itu masih kami urus juga untuk pengembangan kasus,” ungkapnya.

Dari data sementara yang diklaim diterima organisasi tersebut, terdapat sekitar 23 hingga 25 orang yang disebut pernah bercerita antar korban mengenai dugaan tindakan serupa. Namun hingga kini baru sekitar enam hingga tujuh orang yang disebut berani berbicara langsung dan siap memberikan keterangan.

“Yang berani maju baru enam. Kalau yang hamil itu berbeda lagi,” jelasnya.

Menurut Gus Thuba, sebagian besar korban yang mulai berani bicara justru merupakan alumni lama pondok. Ia menduga praktik tersebut sudah berlangsung jauh sebelum bangunan pondok berdiri seperti sekarang.

Baca Juga :  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

“Dari sebelum ada bangunan pondok ini. Sekitar 13 sampai 15 tahun lalu sudah ada korban,” jelasnya.

Ia menilai kasus tersebut layaknya fenomena gunung es karena masih banyak korban lain yang belum berani muncul ke publik. Faktor rasa takut dan budaya sungkan terhadap lingkungan pesantren disebut menjadi salah satu penyebab minimnya laporan terbuka.

“Jadi masih banyak sebenarnya. Itu baru yang berani bicara,” ujarnya.

Gus Thuba mengaku organisasinya memilih turun langsung karena menilai belum banyak pihak yang berani membuka persoalan tersebut secara terang-terangan. Menurutnya, keberanian korban harus mendapat dukungan agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Saya enggak mau korban terus nangis-nangis tapi semua orang sungkan bicara,” tegasnya.

Dari pantauan di lokasi, saat digeruduk massa, aktivitas di Ponpes Padang Ati masih berlangsung dan baru terhenti setelah kedatangan puluhan massa berseragam hitam-hitam.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka
Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul
Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara
Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan
Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang
Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban
Santriwati Minta Dijemput, Orang Tua Mengaku Baru Tahu Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Ponpes Padang Ati Pekalongan
Polisi Olah TKP Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Padang Ati, Fokus Cocokkan Lokasi dan Keterangan Saksi Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:32 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:49 WIB

Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:01 WIB

Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:49 WIB

Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang

Berita Terbaru