BATANG, KANALPLUS.ID – Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing tetap dilanjutkan meski harus menghadapi penyesuaian besar pada sisi anggaran. Pemerintah memastikan proses pembangunan tidak berhenti, walaupun kapasitas pengolahan sampah mengalami pengurangan signifikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi faktor utama perubahan tersebut. Dari rencana awal sebesar Rp120 miliar, kini anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp59 miliar.
Dampaknya, kemampuan TPST yang semula ditargetkan mampu mengolah 100 ton sampah per hari kini turun menjadi sekitar 50 ton per hari.
“Memang ada efisiensi anggaran, sehingga kapasitas pengolahan juga harus menyesuaikan,” ujar Rusmanto, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tahapan proyek tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, proses sudah memasuki tahap pelelangan di tingkat kementerian dan ditargetkan mulai ditenderkan dalam waktu dekat.
“Progresnya sudah masuk tahap lelang di kementerian. Bulan Mei ini diharapkan sudah ditenderkan, sementara di lapangan juga sedang dilakukan pengujian kekuatan tanah,” jelasnya.
Dengan berkurangnya kapasitas, cakupan layanan TPST Sentul juga ikut terdampak. Jika sebelumnya dirancang untuk melayani hingga delapan kecamatan di wilayah timur Kabupaten Batang, kini diperkirakan hanya mampu menjangkau sekitar tiga hingga empat kecamatan.
Namun, keterbatasan tersebut tidak membuat DLH kehilangan strategi. Rusmanto menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.
“Pengurangan sampah bisa dilakukan dengan pemilahan dari rumah. Ini menjadi kunci agar beban TPST tidak terlalu berat,” katanya.
Pemkab Batang tetap berharap proyek ini bisa menjadi solusi penanganan sampah, khususnya di kawasan perbatasan Batang-Kendal, meskipun dengan skala yang lebih terbatas dari rencana awal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













