Tangis Bocah di Batang Pecah Setelah Tubuhnya Disambar Api, Dugaan Perundungan Jadi Sorotan

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Korban luka bakar mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit pasca kejadian memilukan, Selasa (12/5/25). Foto : Istimewa

Korban luka bakar mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit pasca kejadian memilukan, Selasa (12/5/25). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Teriakan histeris memecah suasana pagi di Dukuh Legok Sari, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Minggu 10 Mei 2026. Seorang bocah laki-laki mendadak berlari sambil menahan sakit setelah tubuhnya dilalap api saat bermain bersama teman-temannya di belakang rumah warga.

Warga yang mendengar jeritan itu sontak panik. Sebagian berusaha memadamkan api dengan pakaian seadanya, sementara yang lain bergegas meminta pertolongan. Dalam hitungan detik, wajah, dada, dan perut bocah tersebut mengalami luka bakar serius.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, korban bersama sejumlah anak lain tengah bermain burung merpati atau yang biasa disebut warga sebagai ‘dolanan doro’.

Tak jauh dari lokasi bermain, beberapa anak kemudian diduga memiliki ide membakar sampah. Mereka mengambil bensin dari sepeda motor menggunakan selang kecil, lalu menuangkannya ke dalam gelas plastik bekas minuman.

Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, mengungkapkan situasi yang semula ceria berubah menjadi petaka ketika api tiba-tiba menyambar wadah berisi bensin tersebut.

“Anak-anak itu awalnya bermain biasa. Lalu ada ide membakar sampah menggunakan bensin yang diambil dari motor,” kata Fariz kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diminta Lunasi Rp18 Juta

Saat api membesar, kepanikan disebut terjadi. Gelas plastik yang terbakar kemudian dilempar ke belakang dan mengenai tubuh korban yang sedang duduk tidak jauh dari titik api.

“Karena panik, wadah bensin dilempar dan mengenai korban,” jelasnya.

Namun di balik kronologi itu, tersimpan cerita lain yang membuat kasus ini terasa lebih menyayat hati.

Menurut pihak keluarga korban, kejadian tersebut bukan semata kecelakaan biasa. Korban disebut mengaku api sengaja diarahkan kepadanya oleh salah satu anak yang selama ini diduga sering melakukan perundungan.

“Sementara versi korban, dia merasa sengaja disiram dan dibakar. Katanya memang sering dibully,” ungkap Fariz.

Kini bocah itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang. Luka bakar serius membekas di wajah hingga bagian tubuh depannya. Di usia yang masih sangat belia, ia harus menahan rasa sakit luar biasa di ruang perawatan rumah sakit.

Pihak kelurahan sebenarnya telah berupaya mempertemukan kedua keluarga untuk mediasi. Namun luka yang dialami korban membuat keluarga memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Baca Juga :  Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri di Musala Pekalongan Barat

“Sudah kami upayakan mediasi, tetapi keluarga korban memutuskan melapor ke Polres Batang,” tambah Fariz.

Kasatreskrim Polres Batang IPTU Albertus Sudaryono membenarkan adanya laporan tersebut. Namun hingga kini, polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak terduga pelaku maupun korban karena keduanya masih berstatus anak-anak.

“Kasus ini melibatkan anak-anak sehingga penanganannya harus khusus. Korban juga masih menjalani perawatan sehingga belum bisa dimintai keterangan,” tambah Albertus.

Berdasarkan keterangan sementara polisi, bensin diambil dari sepeda motor Honda Beat menggunakan selang kecil sepanjang sekitar 30 sentimeter. Cairan itu lalu dipakai membakar sampah sebelum api menyambar wadah plastik yang digunakan.

Saat gelas plastik terbakar dilempar, kobaran api mengenai tubuh korban. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya menyelamatkan bocah malang itu sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sementara keluarga berharap, luka yang dialami bukan hanya sembuh di tubuh, tetapi juga tidak meninggalkan trauma panjang dalam hidupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru