BPBD Batang Ingatkan Ancaman Kemarau ‘Godzilla’ Bisa Berlanjut hingga 2027, Warga Diminta Jaga Kawasan Hutan

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

BPBD Kabupaten Batang mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ancaman musim kemarau tahun ini sebab Agustus menjadi puncak kekeringan. Foto : Ilustrasi AI

BPBD Kabupaten Batang mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ancaman musim kemarau tahun ini sebab Agustus menjadi puncak kekeringan. Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ancaman musim kemarau tahun ini. Meski hingga pertengahan Juli belum terjadi krisis air bersih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau baru akan terjadi pada Agustus dan berpotensi menjadi awal dari musim kering yang lebih berat pada 2027.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan istilah ‘Godzilla’ yang digunakan BMKG bukan sekadar istilah populer, melainkan ilustrasi untuk menggambarkan musim kemarau yang diperkirakan lebih panas dan ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Hasil paparan BMKG bersama BPBD se-Jawa Tengah menyebut puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi yang dirasakan masyarakat sekarang ini baru tahap awal,” katanya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Wawan, yang perlu diwaspadai bukan hanya kemarau tahun ini. BMKG juga memprediksi musim kering 2026 akan menjadi transisi menuju kondisi yang lebih berat pada 2027 karena curah hujan diperkirakan lebih rendah sehingga cadangan air tanah ikut berkurang.

Baca Juga :  Dugaan Praktik Prostitusi dan WNA Tak Berdokumen Mengemuka dalam Audiensi Warga dengan Pengelola KEK Industropolis Batang

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kawasan hutan, terutama di wilayah selatan Kabupaten Batang yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan air.

“Hutan yang masih terjaga menjadi salah satu alasan Kabupaten Batang sampai sekarang belum mengalami krisis air bersih. Jangan sampai pembukaan lahan pertanian justru mengurangi kawasan hutan yang menjadi penyimpan cadangan air,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD mencatat belum ada laporan kekeringan maupun krisis air bersih dari seluruh 15 kecamatan di Kabupaten Batang. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat pengalaman musim kemarau 2024 yang menyebabkan sejumlah wilayah membutuhkan pasokan air bersih.

Wilayah seperti Limpung, Bandar, Wonotunggal, Subah, Kandeman, Warungasem, Batang hingga Pecalungan saat itu sempat mendapat distribusi air bersih dari BPBD.

Untuk menghadapi potensi kondisi serupa, BPBD telah menyiapkan armada distribusi air bersih dan memperkuat koordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) serta Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan air bersih akan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Bukan Cuma Lari, BI Tegal Bawa Pesan WANI di Industropolis Run 2026

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memastikan pemerintah daerah mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.

“Sekarang kami sedang melakukan kajian dan rapat koordinasi. Kami menyiapkan tangki bersama PDAM agar saat ada kekeringan bisa cepat ditangani. Kami juga sedang memetakan jumlah mobil yang siap diterjunkan,” terangnya.

Faiz menambahkan, pembahasan teknis akan dimatangkan dalam rapat lanjutan pekan depan. Meski demikian, hingga kini pemerintah daerah belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kekeringan.

“Belum ada laporan sampai sekarang,” tegasnya.

Pemkab Batang berharap langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan dampak musim kemarau ekstrem apabila prediksi BMKG benar-benar terjadi. Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, terutama kawasan hutan, sebagai upaya mempertahankan ketersediaan sumber air saat musim kemarau.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB