KANAL SEMARANG – Kasus pembunuhan sekaligus perampokan bos konter telepon seluler di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kematian korban, Chandra Waskito (25).
Yang mengejutkan, kedua terduga pelaku ternyata bukan orang asing bagi korban. Polisi memastikan korban dan kedua terduga pelaku saling mengenal.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, dua terduga pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Kota Semarang dan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Penangkapan dilakukan dengan dukungan Subdit Jatanras Ditreskrimum dan Tim Inafis Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.
“Kami sudah menangkap dua terduga pelaku, atas dukungan kerja sama dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum serta Inafis Ditreskrimum Polda Jateng,” ujar Bodia, Jumat (7/8).
Polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing terduga pelaku. Namun, Bodia memastikan terdapat hubungan antara korban dengan keduanya.
“Teman satu kecamatan,” kata Bodia.
Keterangan tersebut membuat kasus ini semakin menarik karena dugaan pembunuhan dan perampokan tersebut diduga melibatkan orang yang berada dalam lingkaran sosial korban.
Meski demikian, polisi masih berhati-hati mengungkap motif maupun rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Bodia mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku sekaligus mengembangkan kasus untuk mengetahui seluruh rangkaian peristiwa.
“Saat ini masih dilaksanakan pemeriksaan dan pengembangan terkait perkara tersebut. Untuk lengkapnya selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh dan jadwal press release,” ujarnya.
Kasus tersebut sebelumnya terungkap setelah karyawan konter telepon seluler tempat korban bekerja merasa curiga.
Pada Kamis (6/8/2026) siang, konter di wilayah Ambarawa belum juga dibuka meski hari sudah cukup siang.
Karyawan kemudian mencoba menghubungi Chandra berulang kali. Namun, telepon tersebut tidak mendapatkan respons.
Kecurigaan semakin kuat hingga karyawan akhirnya memutuskan mendobrak pintu konter. Saat masuk, kondisi di dalam konter ditemukan berantakan.
Sejumlah barang yang sebelumnya berada di lokasi juga sudah tidak ada. Di antaranya sejumlah telepon seluler dan mobil Honda Jazz warna hitam yang diduga merupakan kendaraan milik korban.
Hilangnya kendaraan dan barang-barang dari konter membuat dugaan perampokan semakin menguat. Namun, kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perkara pembunuhan setelah keberadaan korban diketahui.
Pada Kamis sore, Chandra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam bagasi Honda Jazz hitam miliknya.
Mobil tersebut ditemukan terparkir di halaman sebuah gudang di wilayah Kabupaten Grobogan.
Penemuan jasad korban menjadi titik penting dalam penyelidikan polisi. Sebab, sebelumnya mobil korban diketahui tidak berada di sekitar konter setelah karyawan mendapati tempat usaha dalam kondisi berantakan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana kendaraan tersebut bisa berpindah dari Ambarawa ke Grobogan dan siapa yang membawa korban hingga akhirnya ditemukan di dalam bagasi.
Dari penyelidikan itu, polisi akhirnya menangkap dua orang yang kini berstatus terduga pelaku. Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci motif pembunuhan, cara korban dibunuh, maupun barang apa saja yang dibawa pelaku.
Bodia menegaskan seluruh informasi tersebut masih dalam proses pendalaman penyidik. Polisi juga belum menyampaikan secara detail hubungan kedua terduga pelaku dengan korban selain memastikan mereka berasal dari satu kecamatan dan saling mengenal.
Penyidik kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, mulai dari dugaan perampokan di konter, hilangnya kendaraan korban, hingga pemindahan jasad korban ke wilayah Grobogan.
Hasil pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku nantinya akan menjadi dasar polisi untuk mengungkap motif dan peran masing-masing dalam kasus yang menggemparkan tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













