Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Majapahit di Batang, Identitas Korban Terungkap lewat Sidik Jari

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas gabungan mengevakuasi korban ketemper kereta api di wilayah Kecamatan Tulis, Selasa (12/5/26).

Petugas gabungan mengevakuasi korban ketemper kereta api di wilayah Kecamatan Tulis, Selasa (12/5/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Perjalanan Kereta Api Majapahit relasi Pasar Senen–Malang sempat berhenti luar biasa (BLB) setelah menabrak seorang pejalan kaki di jalur rel wilayah Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa 12 Mei 2026 malam. Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.25 WIB di petak jalan antara Stasiun Ujungnegoro dan Stasiun Kuripan, tepatnya di KM 71+300 hingga KM 71+600 masuk wilayah Desa Ponowareng. Masinis KA Majapahit bernama Dwi S. langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Stasiun Ujungnegoro usai kereta menabrak seorang laki-laki yang diketahui sedang berjalan di pinggir rel.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diketahui bernama Kurniawan bin Dayat (26), warga Blok Pilang RT 01 RW 01 Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kapolsek Tulis bersama anggota, personel subsektor Kandeman, tim Reskrim Polres Batang hingga Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari petugas stasiun. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi terhadap korban.

Baca Juga :  Tangis Bocah di Batang Pecah Setelah Tubuhnya Disambar Api, Dugaan Perundungan Jadi Sorotan

Proses identifikasi dilakukan menggunakan alat IPS identifikasi melalui sidik jari jari tengah kiri korban. Dari hasil pencocokan data, identitas korban akhirnya berhasil diketahui sebelum jenazah dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyebut korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat akibat benturan keras dengan kereta api yang melaju dari arah Jakarta menuju Kediri.

Dua orang saksi turut dimintai keterangan, yakni Abdullah (48), warga Kecamatan Kandeman, dan Okky (24), seorang petugas keamanan asal Kecamatan Batang.

Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan akibat kejadian tersebut KA Majapahit sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian pada pukul 22.26 WIB guna pemeriksaan sarana kereta.

Baca Juga :  Tersebar di Belasan Lokasi, BPI Manfaatkan FABA Jadi Upaya Pulihkan Ekosistem Laut di Batang

Setelah itu, kereta kembali berhenti di Stasiun Kuripan pada pukul 22.37 WIB untuk memastikan kondisi rangkaian tetap aman sebelum melanjutkan perjalanan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, KA Majapahit kembali diberangkatkan dari Stasiun Kuripan pada pukul 22.42 WIB,” jelas Luqman Arif dalam siaran persnya, Rabu (13/5/2026).

Pihak KAI juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.

Sepanjang Januari hingga 13 Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang tercatat telah melakukan 150 kali sosialisasi keselamatan. Rinciannya, 141 kegiatan dilakukan di perlintasan sebidang dan sembilan sosialisasi digelar di sekolah-sekolah di wilayah Daop 4 Semarang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru