Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang Dilaporkan ke Polisi, Orang Tua Sebut Anak Trauma dan Putus Sekolah

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Syaifudin Azim (9) belajar di rumah ditemani ayahnya setelah kasus dugaan perundungan di sekolah dilaporkan ke polisi dan sudah dilakukan klarifikasi, Sabtu (2/5/26).

Syaifudin Azim (9) belajar di rumah ditemani ayahnya setelah kasus dugaan perundungan di sekolah dilaporkan ke polisi dan sudah dilakukan klarifikasi, Sabtu (2/5/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, berujung laporan ke polisi.

Orang tua siswa, Arsyad Tugimin (40), melaporkan pihak sekolah karena diduga melakukan tindakan yang membuat anaknya mengalami tekanan psikologis hingga berhenti sekolah.

Anak Arsyad, Safarudin Azim (9), siswa kelas 1 SDN Banjaranyar 01, disebut sudah lebih dari dua bulan tidak masuk sekolah sejak Februari 2026.

Baca Juga :  KPK Ungkap OTT Bupati Pemalang Terkait Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

Arsyad mengungkapkan, dugaan perundungan itu dilakukan oleh kepala sekolah yang kerap memanggil anaknya menggunakan nama dirinya di hadapan siswa lain. Bahkan, ia menyebut pemanggilan itu dilakukan berulang kali hingga membuat anaknya merasa malu.

“Anak saya bilang malu dan tidak mau sekolah karena sering dipanggil pakai nama saya,” kata Arsyad saat ditemui di rumahnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu diperparah setelah adanya konflik antara dirinya dengan pihak sekolah terkait unggahan di media sosial yang berisi edukasi soal kebijakan pendidikan, termasuk larangan pungutan.

Baca Juga :  Dari Panggung Teater, Siswa SD di Batang Belajar Percaya Diri dan Jujur Sejak Dini

Ia juga mengaku sempat diusir dari sekolah dan anaknya diberhentikan secara lisan.

“Disampaikan langsung, mulai besok anak saya tidak usah sekolah di situ,” ujarnya.

Arsyad berharap anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan, bahkan jika memungkinkan kembali ke sekolah yang sama karena keterbatasan akses dan dekat dengan rumah.

 

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB