Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polres Pemalang menghentikan perkara pesan mesum yang dikirim oleh seorang oknum yang diduga pengajar di lembaga  pendidikan kepada seorang anak didik, Rabu (16/9/26). Foto: Ikustsrasi AI

Polres Pemalang menghentikan perkara pesan mesum yang dikirim oleh seorang oknum yang diduga pengajar di lembaga pendidikan kepada seorang anak didik, Rabu (16/9/26). Foto: Ikustsrasi AI

KANAL PEMALANG – Polres Pemalang menghentikan perkara tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang diduga dilakukan oleh seorang oknum pengajar dengan korban yang merupakan siswinya sendiri.

Peristiwa pengiriman pesan mesum melalui smartphone itu terjadi dalam rentang Januari hingga Juli 2026.

Perkara tersebut diawali dari pesan di WhatsApp berisi kata-kata tidak pantas yang dikirim seorang pria berinisial DAS (38) kepada seorang anak.

Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, pesan tersebut menimbulkan keresahan dan keberatan dari anak korban hingga akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Pemalang.

“Pesan yang dikirimkan oleh pelaku menimbulkan keresahan dan keberatan dari anak selaku korban, sehingga dilaporkan ke Satreskrim Polres Pemalang,” ungkap Faizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  Kuasa Hukum Fadia Arafiq Siapkan Bukti Balik, Klaim Sejumlah Aset Sudah Dimiliki Sebelum Menjabat Bupati

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Pemalang melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.

Namun, dalam proses penanganannya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan itu dilakukan setelah pihak terlapor meminta maaf dan permintaan maaf tersebut diterima oleh pelapor.

“Dikarenakan terlapor telah meminta maaf kepada pelapor, dan pelapor telah menerima permintaan maaf dari terlapor,” ujarnya.

Polisi kemudian memfasilitasi mediasi antara pelapor dan terlapor. Proses tersebut berlangsung dengan pendampingan Ketua Yayasan At Taqwa Jatingarang dan Kepala Desa Jatingarang.

Dari mediasi tersebut, kedua belah pihak membuat sejumlah kesepakatan. Salah satunya, DAS mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada pelapor.

Baca Juga :  Polisi Turun Tangan, Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang Masuki Tahap Klarifikasi

Selain itu, DAS juga bersedia mengundurkan diri dari pekerjaan serta keanggotaannya di yayasan tempatnya bekerja.

“Di antaranya pihak terlapor mengakui kesalahan atas perbuatannya, meminta maaf pada pelapor, serta bersedia mengundurkan diri dari pekerjaan dan keanggotaannya di yayasan tempat ia bekerja,” terang Faizal.

Polres Pemalang menegaskan bahwa perbuatan tersebut tetap merupakan tindak pidana yang dapat dijerat dengan ketentuan Undang-Undang ITE.

Dalam kesepakatan mediasi, DAS juga menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Jika kembali melakukan perbuatan serupa, perkara tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dan bila pihak terlapor mengulangi perbuatannya, maka perkara tersebut akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru