Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

China dan Brasil mendominasi jumlah kota terbanyak di dunia untuk katagori jumlah penduduk di atas 100 ribu dan di atas satu juta. Foto: Ilustrasi AI

China dan Brasil mendominasi jumlah kota terbanyak di dunia untuk katagori jumlah penduduk di atas 100 ribu dan di atas satu juta. Foto: Ilustrasi AI

KANAL NASIONAL – Ketika membicarakan negara dengan kota terbanyak di dunia, China mungkin menjadi nama pertama yang muncul. Negeri berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa itu memang memiliki ratusan kota besar dan menjadi salah satu pusat urbanisasi terbesar di dunia.

Namun, jika ukurannya adalah jumlah kota dengan penduduk sedikitnya 100 ribu jiwa, China ternyata bukan yang pertama. Brasil justru berada di posisi teratas.

Data World Population Review 2026 mencatat Brasil memiliki sekitar 346 kota dengan penduduk 100 ribu jiwa atau lebih. Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan 334 kota, India 300 kota, Jepang 288 kota dan China 182 kota.

Indonesia berada di urutan yang lebih rendah dengan sekitar 94 kota berpenduduk sedikitnya 100 ribu jiwa. Tetapi begitu batasnya dinaikkan menjadi satu juta penduduk, peta tersebut berubah drastis. China langsung menjadi negara yang sangat dominan.

Brasil memiliki jaringan kota menengah yang sangat luas

Brasil merupakan negara dengan jumlah kota berpenduduk minimal 100 ribu jiwa terbanyak dalam daftar tersebut.

Dari sekitar 346 kota itu, 331 berada pada rentang 100 ribu hingga kurang dari satu juta penduduk. Sementara kota yang mencapai satu juta jiwa atau lebih berjumlah sekitar 15.

Kota terbesar Brasil adalah São Paulo, yang pada 2026 diperkirakan memiliki sekitar 12 juta penduduk.

Di bawahnya terdapat Rio de Janeiro dengan sekitar 6,5 juta penduduk. Kota besar lainnya antara lain Brasília, Salvador, Fortaleza, Belo Horizonte, Manaus, Curitiba, Recife, Porto Alegre, Goiânia, Belém, Campinas, dan Guarulhos.

São Paulo sendiri menjadi salah satu kota terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk. Estimasi 2026 menempatkan penduduknya sekitar 12,01 juta jiwa.

Kondisi Brasil menunjukkan bahwa sebuah negara tidak harus memiliki puluhan kota berpenduduk lebih dari satu juta untuk mempunyai jaringan perkotaan yang luas. Ratusan kota berukuran menengah dapat tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pusat ekonomi regional.

Amerika Serikat: kota besar tersebar di berbagai penjuru

Amerika Serikat memiliki sekitar 334 kota dengan penduduk minimal 100 ribu jiwa. Namun, jumlah kota dengan penduduk satu juta jiwa atau lebih hanya sekitar sembilan. Artinya, sebagian besar kota Amerika berada pada kelompok 100 ribu hingga kurang dari satu juta penduduk.

Kota-kota yang paling dikenal antara lain New York, Los Angeles, Chicago, Houston, Phoenix, Philadelphia, San Antonio, San Diego, Dallas, Austin, San Jose, Jacksonville, Fort Worth, Columbus, Charlotte, Indianapolis, San Francisco, Seattle, Denver, Washington DC, Boston, dan Nashville.

New York tetap menjadi salah satu pusat perkotaan terbesar Amerika, sementara Los Angeles pada estimasi 2026 berada di kisaran 3,86 juta penduduk jika menggunakan angka untuk kota dalam basis data tersebut.

Angka ini sekaligus memperlihatkan persoalan penting dalam membandingkan kota dunia dengan jumlah penduduk bisa sangat berbeda apabila yang dihitung adalah batas administratif kota atau seluruh kawasan metropolitan.

Los Angeles, misalnya, memiliki kawasan metropolitan yang jauh lebih besar daripada jumlah penduduk di dalam batas administratifnya.

India: raksasa urban dengan puluhan kota jutaan penduduk

India mempunyai karakter yang berbeda. Negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa ini mempunyai ratusan kota besar dan puluhan kota dengan populasi jutaan.

Delhi menjadi kota terbesar dengan sekitar 23,39 juta penduduk pada estimasi 2026. Mumbai menyusul dengan sekitar 21,78 juta penduduk. Chennai mencapai sekitar 13,11 juta, Hyderabad sekitar 11,87 juta, sementara Ahmedabad sekitar 10,59 juta.

Kota besar lainnya antara lain Bengaluru, Kolkata, Surat, Pune, Jaipur, Lucknow, Kanpur, Nagpur, Indore, Patna, Vadodara, Bhopal, Visakhapatnam, dan Vijayawada.

Basis data World Population Review mencatat India mempunyai puluhan kota dengan penduduk lebih dari satu juta. Jumlah pastinya dapat berbeda tergantung definisi kota dan sumber tahun sensus yang digunakan. Data nasional India juga memiliki tantangan karena sensus penduduk terakhir yang menjadi rujukan utama untuk banyak klasifikasi kota adalah 2011.

Pertumbuhan penduduk perkotaan India membuat negara ini menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana kota-kota besar dapat tumbuh secara cepat dalam satu negara dengan populasi sangat besar.

Baca Juga :  ID FOOD Bidik Ekspor Udang Rp218,5 Miliar, Amerika Serikat Jadi Pasar Utama

China tidak memiliki kota dengan populasi 100 ribu penduduk terbanyak, tetapi menguasai kelompok kota jutaan

China merupakan bagian paling menarik dari perbandingan ini. Jika memakai batas minimal 100 ribu penduduk, China hanya memiliki sekitar 182 kota dalam daftar World Population Review. Jumlah tersebut bahkan lebih sedikit daripada Brasil, Amerika Serikat, India, dan Jepang.

Tetapi ketika batas dinaikkan menjadi satu juta penduduk, situasinya berbalik.

China memiliki sekitar 105 kota dengan penduduk minimal satu juta jiwa. Angka ini jauh di atas negara-negara lain dalam daftar tersebut.

Kota-kota raksasa China tersebar dari pesisir sampai wilayah pedalaman. Shanghai memiliki sekitar 24,72 juta penduduk, menjadikannya kota dengan populasi terbesar dalam daftar World Population Review 2026.

Beijing mencapai sekitar 21,57 juta, sedangkan Shenzhen sekitar 20,62 juta dan Guangzhou sekitar 18,52 juta.

Di bawahnya terdapat Chengdu sekitar 15,83 juta, Tianjin sekitar 12,36 juta, Wuhan sekitar 11,75 juta, Dongguan sekitar 11,49 juta, Chongqing sekitar 10,93 juta, Xi’an sekitar 10,74 juta, Hangzhou sekitar 10,70 juta dan Foshan sekitar 10,67 juta.

Inilah alasan mengapa China sangat berbeda dari Brasil. Brasil memiliki banyak kota berukuran menengah. China mempunyai konsentrasi yang jauh lebih besar pada kota-kota dengan populasi jutaan.

Dengan kata lain, Brasil menang dalam jumlah kota  dengan populasi 100 ribu terbanyak, sedangkan China menang telak dalam jumlah kota ≥1 juta.

Jepang: banyak kota meski wilayahnya tidak sebesar China

Jepang juga mempunyai jaringan kota yang sangat luas. Data yang digunakan mencatat sekitar 288 kota dengan penduduk minimal 100 ribu jiwa, dengan sekitar 13 kota mencapai satu juta penduduk atau lebih.

Kota terbesar Jepang adalah Tokyo, yang dalam estimasi 2026 mencapai sekitar 10,32 juta penduduk. Di belakangnya terdapat Yokohama sekitar 3,96 juta, Osaka sekitar 2,7 juta, Nagoya sekitar 2,3 juta, serta Sapporo, Fukuoka, Kobe, Kyoto, Kawasaki, Saitama, Hiroshima, Sendai dan Chiba.

Jepang memperlihatkan fenomena lain, yakni sebuah negara dengan wilayah yang jauh lebih kecil daripada China atau Amerika Serikat tetap mampu membangun jaringan kota yang sangat rapat.

Kota-kotanya juga saling terhubung melalui sistem transportasi dan ekonomi yang kuat.

Rusia: kota-kota besar terkonsentrasi di wilayah tertentu

Rusia mempunyai sekitar 172 kota dengan penduduk minimal 100 ribu jiwa dan sekitar 16 kota yang mencapai satu juta penduduk.

Kota terbesar adalah Moskow, dengan penduduk sekitar 13 juta jiwa, disusul Saint Petersburg sekitar 5,6 juta.

Kota besar lainnya antara lain Novosibirsk, Yekaterinburg, Kazan, Nizhny Novgorod, Chelyabinsk, Samara, Omsk, Rostov-on-Don, Ufa, Krasnoyarsk, Voronezh, Perm, dan Volgograd.

Rusia menarik karena mempunyai wilayah daratan sangat luas, tetapi sebagian besar penduduk dan kegiatan ekonominya terkonsentrasi di kawasan-kawasan tertentu.

Indonesia: 94 kota besar, tetapi ada perbedaan besar antara kota dan metropolitan

Indonesia memiliki sekitar 94 kota dengan populasi minimal 100 ribu jiwa dalam basis data yang sama. Sekitar 14 di antaranya mencapai satu juta penduduk atau lebih.

Jika menggunakan estimasi 2026, Jakarta memiliki sekitar 12,55 juta penduduk. Setelah itu terdapat Bekasi sekitar 4,22 juta, Depok 3,87 juta, Tangerang 3,57 juta dan Surabaya sekitar 3,32 juta.

Kota besar lainnya adalah Bandung sekitar 2,77 juta, Medan 2,33 juta, Semarang 2,21 juta, Batam 2,04 juta, Makassar 2,02 juta, Palembang 1,89 juta, Pekanbaru 1,82 juta, Denpasar 1,76 juta dan Samarinda sekitar 1,53 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya mempunyai cukup banyak kota besar.

Namun ada hal yang membuat perbandingan Indonesia dengan negara lain menjadi rumit. Kota administratif tidak selalu sama dengan kawasan perkotaan.

Jakarta merupakan contoh paling jelas. Penduduk yang tinggal dan beraktivitas dalam kawasan metropolitan Jakarta jauh lebih besar daripada angka penduduk yang hanya dihitung berdasarkan batas administratif DKI Jakarta.

Hal serupa terjadi pada kawasan Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Medan dan sekitarnya, serta sejumlah kawasan metropolitan lain.

Karena itu, ketika membandingkan kota Indonesia dengan kota di negara lain, kita perlu mengetahui apakah angka tersebut merupakan city proper, kawasan urban, atau metropolitan area.

Baca Juga :  Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Ketika batas dinaikkan menjadi 10 juta, muncul kelompok megacity. Kategori paling ekstrem adalah kota dengan penduduk 10 juta jiwa atau lebih, yang biasa disebut megacity.

Pada kelompok ini, jumlah kota menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan kota dengan populasi 100 ribu atau satu juta.

Dalam data 2026, sejumlah kota yang masuk kelompok ini antara lain Shanghai, Delhi, Kinshasa, Mumbai, Beijing, Karachi, Shenzhen, Guangzhou, Kano, Chengdu, Jakarta, Tianjin, Johannesburg, São Paulo, Lima, Hyderabad, Dhaka, Wuhan, Dongguan, Chongqing, Xi’an, Hangzhou, Foshan, Ahmedabad, Ho Chi Minh City, Tokyo dan Kairo.

Menariknya, daftar tersebut tidak hanya didominasi China. India memiliki Delhi dan Mumbai. Pakistan memiliki Karachi. Nigeria memiliki Kano. Brasil memiliki São Paulo. Jepang memiliki Tokyo. Mesir memiliki Kairo. Vietnam memiliki Ho Chi Minh City. Indonesia memiliki Jakarta.

Ini memperlihatkan bahwa pusat-pusat urban terbesar dunia tersebar di berbagai benua.

Jakarta berada di antara kota-kota raksasa dunia

Jakarta menjadi salah satu contoh paling menarik karena angka penduduknya dapat berubah cukup besar tergantung metode yang digunakan.

Jika menggunakan angka kota dalam basis data World Population Review, Jakarta memiliki sekitar 12,55 juta penduduk pada 2026. Angka tersebut menempatkan Jakarta di jajaran kota terbesar dunia.

Namun jika yang dihitung adalah kawasan metropolitan atau kawasan urban yang lebih luas, jumlah penduduknya jauh lebih besar.

World Population Review memperkirakan kawasan metropolitan Jakarta sekitar 11,6 juta dalam definisi metropolitan yang mereka gunakan, menunjukkan bahwa hasil statistik sangat tergantung pada batas geografis yang dipakai.

Perbedaan angka seperti ini bukan berarti salah satu data pasti keliru. Masalahnya adalah Jakarta dapat berarti beberapa unit geografis yang berbeda.

Hal serupa terjadi pada hampir semua kota besar dunia. Jadi, negara mana yang sebenarnya mempunyai kota terbanyak?

Jawabannya bergantung pada definisinya. Jika yang dihitung adalah kota dengan penduduk minimal 100 ribu jiwa, Brasil berada di posisi pertama dengan sekitar 346 kota.

Amerika Serikat menyusul dengan 334, India 300, Jepang 288, China 182, Rusia 172, Pakistan 124, Filipina 123, Meksiko 109, Iran 98, dan Indonesia 94.

Tetapi jika pertanyaannya diubah menjadi negara dengan kota minimal satu juta penduduk terbanyak, China langsung menjadi juara dengan sekitar 105 kota.

India berada di kelompok teratas dengan puluhan kota jutaan penduduk, sementara Brasil sekitar 15, Jepang 13, Rusia 16, dan Indonesia sekitar 14 berdasarkan dataset yang sama.

Dan jika pertanyaannya adalah negara yang memiliki kota-kota dengan populasi terbesar, China kembali menjadi salah satu kekuatan utama. Shanghai, Beijing, Shenzhen dan Guangzhou semuanya masuk jajaran teratas dunia.

Kota terbanyak tidak selalu berarti urbanisasi terbesar. Perbandingan tersebut memberikan satu pelajaran penting. Jumlah kota bukan ukuran tunggal untuk menentukan seberapa maju atau padat sebuah negara.

Brasil mempunyai ratusan kota berpenduduk minimal 100 ribu karena penduduknya tersebar dalam jaringan kota yang luas.

China memiliki lebih sedikit kota dalam kategori tersebut dalam dataset ini, tetapi jauh lebih banyak kota yang sudah menembus satu juta penduduk.

Jepang mempunyai jaringan kota yang padat meskipun luas wilayahnya relatif kecil.

Amerika Serikat mempunyai banyak kota tetapi sebagian besar penduduk metropolitan tersebar dalam kawasan urban yang luas.

Sementara Indonesia sedang mengalami proses urbanisasi yang membuat sejumlah kota dan kawasan metropolitan tumbuh semakin cepat.

Karena itu, untuk mengetahui seberapa “berkota” sebuah negara, tidak cukup hanya bertanya berapa jumlah kotanya.

Kita juga perlu melihat berapa penduduk setiap kota, seberapa padat wilayahnya, seberapa luas kawasan urban, seberapa banyak kota yang berpenduduk satu juta jiwa, serta seberapa besar kawasan metropolitannya.

Pada akhirnya, peta kota dunia bukan hanya tentang siapa yang memiliki kota paling banyak.

Brasil menunjukkan kekuatan kota-kota menengah. China menunjukkan kekuatan kota jutaan penduduk. India menunjukkan ledakan urbanisasi. Jepang menunjukkan kepadatan jaringan perkotaan. Amerika Serikat menunjukkan luasnya kawasan metropolitan. Dan Indonesia menunjukkan bagaimana kota-kota baru terus tumbuh di tengah urbanisasi yang masih berlangsung.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng
Maruarar Klaim Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi Jadi yang Terbesar, Tapera Ditantang Tembus 71 Ribu Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terbaru