Sekolah Akui Sempat Ada Konflik Antar Siswa Sebelum Alfian Meninggal, Polisi Dalami Keterkaitannya

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Sekolah SMP N 4 Randudongkal Indah Palupi memberikan penjelasan terkait adanya perselisihan antar siswa kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Kepala Sekolah SMP N 4 Randudongkal Indah Palupi memberikan penjelasan terkait adanya perselisihan antar siswa kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Di tengah penyelidikan dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya siswa baru SMP Negeri 4 Randudongkal, Ahmad Al Fian (14), muncul fakta bahwa pihak sekolah memang pernah menangani persoalan perselisihan antarsiswa beberapa hari sebelum korban jatuh sakit. Meski demikian, sekolah menegaskan konflik tersebut telah diselesaikan dan membantah adanya pengeroyokan seperti yang ramai beredar di media sosial.

Kepala SMP Negeri 4 Randudongkal, Indah Palupi, mengungkapkan sekolah menerima laporan adanya perselisihan antar siswa pada 23 Juli 2026. Perselisihan itu bermula dari saling menantang melalui aplikasi WhatsApp.

Menurutnya, guru Bimbingan Konseling (BK) langsung mempertemukan seluruh pihak yang terlibat untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada hari yang sama.

“Jadi tanggal 23 Juli kami menerima laporan dari BK bahwa ada orang tua yang menyampaikan anaknya saling menantang lewat WhatsApp. Semua pihak yang terkait langsung kami kumpulkan dan persoalan itu sudah selesai,” ujar Indah kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan, setelah penyelesaian itu, pihak sekolah tidak lagi menerima laporan adanya perkelahian ataupun tindakan kekerasan terhadap Alfian.

Baca Juga :  Bullying hingga Kecelakaan Pelajar Jadi Sorotan MPLS di Pemalang, Polisi Turun Langsung ke Sekolah

Namun beberapa hari kemudian Alfian tidak lagi masuk sekolah karena sakit. Guru BK mendapat informasi dari keluarga bahwa korban mengeluhkan nyeri di bagian pundak dan diduga sempat terjatuh saat pelajaran olahraga.

Pada Sabtu (1/8/2026), guru BK bersama guru olahraga mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya.

Saat itu, menurut Indah, Alfian masih bisa diajak berbicara meski lebih banyak diam. Pihak sekolah mengaku tidak melihat adanya luka lebam atau tanda-tanda kekerasan yang mencolok.

“Anaknya masih bisa diajak komunikasi. Memang lebih banyak diam, tetapi tidak terlihat ada memar atau luka yang kami lihat saat itu,” katanya.

Sebagai bentuk penyelesaian persoalan sebelumnya, guru BK juga meminta sejumlah siswa yang sempat berselisih dengan Alfian untuk datang ke rumah korban menyampaikan permintaan maaf.

Sekitar lima hingga delapan siswa kemudian mendatangi rumah Alfian.

“Kami mengajarkan, kalau memang pernah ada persoalan, lebih baik saling meminta maaf supaya semuanya lega,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa hari setelah kunjungan tersebut, Alfian meninggal dunia di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal pada Minggu (2/8/2026) malam. Kasus itu kemudian memicu dugaan adanya perundungan yang menjadi penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban

Satreskrim Polres Pemalang kini masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa tersebut.

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M. Wildan Umar Rela mengatakan penyidik telah memeriksa sekitar 10 teman korban dan kini melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh.

“Kami masih melaksanakan klarifikasi kepada saksi-saksi. Hari ini kami meminta keterangan kepada ibu korban. Seluruh fakta masih kami dalami,” ujarnya.

Menurut Wildan, polisi belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya unsur penganiayaan karena seluruh proses masih bergantung pada hasil pemeriksaan saksi dan hasil otopsi.

“Hasil otopsi resmi dari Dokkes Polda Jawa Tengah juga masih kami tunggu. Setelah seluruh data lengkap, baru akan kami sampaikan secara komprehensif,” tegasnya.

Hingga kini polisi belum menetapkan adanya tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab. Dugaan hubungan antara konflik antarsiswa dengan meninggalnya Alfian masih menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kapal Tunda Sarden milik PT Timur Bahari kandas dan miring di kolam Dermaga Pelabuhan Niaga, Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang, setelah mengalami kebocoran yang diperparah cuaca buruk, Selasa (22/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Gegara Buritan Bocor, Kapal Tunda Karam di Pelabuhan Batang

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:22 WIB