KOTA PEKALONGA, KANALPLUS.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mulai menanamkan literasi ekonomi dan kecintaan terhadap rupiah sejak usia dini. Tahun ini, materi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah resmi diintegrasikan ke dalam pembelajaran di seluruh SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama BI Tegal dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan di enam kabupaten/kota wilayah kerjanya. Para guru juga telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menyampaikan materi kepada siswa.
Kepala Perwakilan BI Tegal mengatakan edukasi sejak dini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat di masa depan.
“Kita sudah ada nota kesepahaman dengan pemerintah daerah se-wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Intinya bagaimana mengintegrasikan materi Cinta Bangga Paham Rupiah ke dalam mata pelajaran SD dan SMP,” katanya.
Menurutnya, implementasi program tidak berhenti pada penyusunan materi ajar. BI Tegal juga telah melaksanakan training of trainers bagi guru-guru SD dan SMP agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya literasi keuangan dan peran rupiah dalam perekonomian nasional.
“Materinya sudah disusun bersama Dinas Pendidikan dan guru-guru. Tahun ini sudah mulai diterapkan di seluruh eks Karesidenan Pekalongan, mulai dari Brebes sampai Batang,” ujarnya.
Selain modul pembelajaran, BI Tegal juga menyiapkan berbagai media edukasi yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Untuk siswa sekolah dasar kelas awal disediakan buku cerita bergambar, sedangkan bagi penyandang disabilitas netra disiapkan buku berhuruf Braille.
Langkah tersebut dilakukan agar pemahaman mengenai rupiah tidak hanya sebatas mengenal bentuk uang, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan menggunakan, merawat, dan menghargai mata uang Indonesia dengan benar.
Menurut Kepala BI Tegal, edukasi tersebut juga menjadi bagian dari perluasan tugas Bank Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memberi mandat lebih besar kepada BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain memperkuat literasi keuangan, BI Tegal juga terus mengampanyekan penggunaan transaksi digital melalui QRIS, pendampingan UMKM, pengendalian inflasi, hingga pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Ia berharap pemahaman mengenai rupiah sejak usia sekolah dapat melahirkan generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus memiliki rasa bangga terhadap mata uang nasional.
“Kami ingin membangun optimisme dan kesadaran ekonomi sejak dini. Harapannya, ketika mereka dewasa nanti, mereka tidak hanya memahami fungsi rupiah, tetapi juga ikut menjaga stabilitas ekonomi melalui perilaku keuangan yang baik,” terangnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












