Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pemilahan dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Kurangi Beban TPA

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kementerian LH menyerahkan bantuan empat kendaraan roda tiga pengangkut sampah, lima unit komposter, serta lima set tempat sampah terpilah kepada PP 'Aisyiyah, Kamis (16/7/26). Foto : Istimewa

Kementerian LH menyerahkan bantuan empat kendaraan roda tiga pengangkut sampah, lima unit komposter, serta lima set tempat sampah terpilah kepada PP 'Aisyiyah, Kamis (16/7/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Timbulan sampah di Jakarta yang mencapai sekitar 9.000 ton per hari masih menjadi persoalan besar. Sebagian besar sampah tersebut langsung berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan, sehingga memperberat beban pengelolaan sampah di ibu kota.

Fakta tersebut disampaikan Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Melda Mardalina, dalam kegiatan bimbingan teknis pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digelar bersama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Melda, persoalan sampah tidak lagi cukup diselesaikan dengan menambah kapasitas tempat pembuangan akhir. Perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif menekan volume sampah yang masuk ke TPA.

“Lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir,” katanya.

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Pemkab Pemalang Diangkut KPK ke Jakarta Usai Pemeriksaan Maraton di Polres

Ia menjelaskan, sampah yang dipilah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui bank sampah maupun mitra pengelola limbah.

Senada dengan itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, menilai persoalan sampah di perkotaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat dan warga menjadi faktor penting agar budaya memilah sampah dapat diterapkan secara luas.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Kerja TPA, Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca KLH, Andina Novita, mengajak masyarakat mulai mengurangi timbulan sampah dari pola konsumsi sehari-hari.

Ia menyarankan masyarakat membiasakan berpikir sebelum membeli suatu barang, mempertimbangkan manfaatnya, sekaligus memikirkan bagaimana barang tersebut akan dikelola setelah menjadi sampah.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa limbah B3 tidak hanya berasal dari industri, tetapi juga banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, seperti baterai bekas, lampu, obat-obatan kedaluwarsa, hingga berbagai produk berbahan kimia.

Baca Juga :  SMSI: Mendirikan Perusahaan Pers adalah Hak Asasi, Tidak Perlu Verifikasi oleh Dewan Pers

Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya berharap masyarakat bisa memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah. Selain menjaga lingkungan, sampah yang dikelola dengan baik juga dapat memberikan nilai ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup juga menyerahkan bantuan berupa empat kendaraan roda tiga pengangkut sampah, lima unit komposter, serta lima set tempat sampah terpilah kepada PP ‘Aisyiyah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas praktik pemilahan sampah dari sumber sekaligus memperkuat pengelolaan sampah organik di tingkat komunitas, sehingga ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dapat terus dikurangi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru