Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dindik Kabupaten Pekalongan telah meminta keluarga dari lima anak yang menjadi terduga pelaku perundungan di SDN Langkap 02 untuk bertanggung jawab terhadap korban hingga dinyatakan pulih oleh dokter yang menangani, Rabu (28/10/26). Foto: Ilustrasi AI

Dindik Kabupaten Pekalongan telah meminta keluarga dari lima anak yang menjadi terduga pelaku perundungan di SDN Langkap 02 untuk bertanggung jawab terhadap korban hingga dinyatakan pulih oleh dokter yang menangani, Rabu (28/10/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL PEKALONGAN — Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan memastikan ada lima siswa yang diduga terlibat kasus perundungan terhadap seorang murid SDN Langkap 2. Pihak dinas mengatakan orang tua kelima anak tersebut telah diminta bertanggung jawab, termasuk menanggung biaya pengobatan serta kebutuhan pemulihan korban.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Nasruddin, menjelaskan bahwa tanggung jawab itu berlaku sampai dokter menyatakan pengobatan korban dapat dihentikan atau sang anak dinyatakan sembuh. Ia menegaskan, biaya tersebut tidak ditanggung sendiri-sendiri, melainkan melalui skema iuran bersama.

“Kami meminta orang tua anak yang diduga melakukan perundungan bertanggung jawab kepada korban, termasuk menanggung biaya pengobatan dan kebutuhan lainnya,” ungkap Nasruddin kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, pihak dinas mengundang lima orang tua terkait karena jumlah anak yang diduga terlibat juga lima orang. Nasruddin menambahkan, mungkin ada siswa lain yang hanya menyaksikan peristiwa, tetapi dinas belum dapat memastikan secara rinci karena informasi tersebut bersumber dari cerita korban.

Baca Juga :  Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Soal bentuk perundungan, Nasruddin mengatakan informasi dari pihak orang tua anak-anak yang diduga terlibat menyebutkan adanya kekerasan fisik berupa teplak atau menepuk. Ia menyatakan kelima anak tersebut diduga melakukan tindakan itu.

“Ya, menurut informasi yang kami terima, ada lima anak yang terlibat termasuk adanya tindakan fisik,” ujarnya.

Dinas Pendidikan juga menegaskan akan meminta pihak sekolah melakukan pemantauan setiap hari. Selain itu, dinas berencana menjalankan pembinaan, pendampingan, serta upaya pencegahan secara sistemik agar kasus serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Luput dari Pengawasan, Bocah 2 Tahun di Pekalongan Ditemukan Tewas di Kubangan Limbah

“Untuk SDN Langkap 2, fokus penanganan diarahkan pada Mas Kevin sebagai korban dan anak-anak yang diduga melakukan perundungan,” kata Nasruddin.

Nasruddin turut merespons informasi yang menyebut korban tidak mau mengenakan seragam dan enggan datang ke sekolah. Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan pihaknya, kata dia, kondisi tersebut tidak sesuai dengan pemberitaan yang beredar.

Ia menjelaskan, ketika orang tua korban mengadu ke KPPA melalui hotline, permintaan yang diajukan adalah mediasi antara orang tua korban dan orang tua anak-anak yang diduga melakukan perundungan. Mediasi awal, menurut Nasruddin, sudah pernah dilakukan.

“Mungkin yang perlu kita lakukan sekarang adalah memantau bagaimana hasil mediasi tersebut. Jika diperlukan, dimungkinkan ada mediasi ulang,” tuturnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru