PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Tragedi penusukan yang menewaskan Ruwah (68) di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, ternyata bukan kali pertama melibatkan Sapari (62). Warga mengungkapkan, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu sudah berulang kali kambuh dan melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya sendiri.
Namun dari sejumlah kejadian sebelumnya, aksi pada Selasa (23/6/2026) sore menjadi yang paling fatal karena menyebabkan kakak kandung pelaku meninggal dunia dan seorang keponakannya mengalami luka serius.
Warga Desa Tratebang, Sunardi, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah lama hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali Sapari mengalami kekambuhan.
Menurutnya, pelaku tercatat sudah enam kali melakukan tindakan kekerasan terhadap keluarganya sendiri.
“Sudah enam kali. Sebelumnya juga melukai keluarga sendiri. Korbannya keluarga semua,” kata Sunardi, Selasa (23/6/2026) malam.
Ia mengungkapkan, pola kejadian yang terjadi hampir selalu sama. Saat kambuh, pelaku disebut sering membawa senjata tajam dan menyerang anggota keluarganya.
“Luka semua. Pakai pisau semua,” ucapnya.
Meski telah beberapa kali terjadi, kasus-kasus sebelumnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Karena itu warga mengaku sangat terpukul ketika mengetahui serangan terbaru justru berakhir dengan kematian.
Sunardi menyebut selama ini warga mengetahui pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
“Pernah dirawat di rumah sakit jiwa sekitar empat bulan,” katanya.
Namun setelah kembali ke rumah, kondisi pelaku disebut beberapa kali kembali kambuh.
Warga menduga keterbatasan ekonomi keluarga turut memengaruhi penanganan kondisi kejiwaan pelaku.
“Sudah lama dia ODGJ yang tidak mampu, jadi tidak terawat,” ujar Sunardi.
Puncaknya terjadi pada Selasa malam ketika Sapari diduga menyerang kakak kandungnya sendiri, Ruwah, serta keponakannya, Darmanah.
Kepala Desa Tratebang, Pronisah, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga mengenai adanya penusukan yang dilakukan pelaku terhadap anggota keluarganya.
Saat mendatangi rumah sakit, ia melihat kondisi korban laki-laki sudah sangat parah.
“Bagian kepala belakang dekat telinga mengalami luka berat, kemudian bagian perut juga mengalami luka hingga organ dalam keluar,” terangnya.
Sementara Darmanah mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif.
Menurut Pronisah, beberapa waktu sebelum kejadian, sejumlah warga memang melihat perubahan perilaku pelaku yang mulai mudah emosi.
“Beberapa warga melihat tingkahnya sudah mulai emosian,” bebernya.
Meski demikian, tidak ada tanda-tanda pertengkaran ataupun konflik keluarga yang diketahui warga sebelum kejadian berlangsung.
Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut. Dugaan sementara, aksi penyerangan terjadi saat kondisi kejiwaan pelaku sedang kambuh.
“Pemicunya kemungkinan karena si pelaku mengalami gangguan jiwa. Jadi mungkin pas waktu kambuh menyerang keluarga sendiri,” jelasnya.
Polisi juga telah mengamankan pelaku beserta barang bukti yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Karena itu, selain berharap proses hukum berjalan, warga juga meminta adanya penanganan yang lebih serius terhadap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













