Warga Sebut Sapari Enam Kali Kambuh dan Serang Keluarga dengan Pisau Hingga Sebabkan Kematian

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga Desa Tratebang menyebut Sapari (62) pelaku penyerangan yang menyebabkan kakak kandung tewas dan Keponakan mengalami luka serius sudah enam kali kambuh sejak pulang dari perawatan RSJ, Selasa (23/6/26).

Warga Desa Tratebang menyebut Sapari (62) pelaku penyerangan yang menyebabkan kakak kandung tewas dan Keponakan mengalami luka serius sudah enam kali kambuh sejak pulang dari perawatan RSJ, Selasa (23/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Tragedi penusukan yang menewaskan Ruwah (68) di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, ternyata bukan kali pertama melibatkan Sapari (62). Warga mengungkapkan, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu sudah berulang kali kambuh dan melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya sendiri.

Namun dari sejumlah kejadian sebelumnya, aksi pada Selasa (23/6/2026) sore menjadi yang paling fatal karena menyebabkan kakak kandung pelaku meninggal dunia dan seorang keponakannya mengalami luka serius.

Warga Desa Tratebang, Sunardi, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah lama hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali Sapari mengalami kekambuhan.

Menurutnya, pelaku tercatat sudah enam kali melakukan tindakan kekerasan terhadap keluarganya sendiri.

“Sudah enam kali. Sebelumnya juga melukai keluarga sendiri. Korbannya keluarga semua,” kata Sunardi, Selasa (23/6/2026) malam.

Ia mengungkapkan, pola kejadian yang terjadi hampir selalu sama. Saat kambuh, pelaku disebut sering membawa senjata tajam dan menyerang anggota keluarganya.

“Luka semua. Pakai pisau semua,” ucapnya.

Meski telah beberapa kali terjadi, kasus-kasus sebelumnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Karena itu warga mengaku sangat terpukul ketika mengetahui serangan terbaru justru berakhir dengan kematian.

Baca Juga :  Diduga Microsleep, Bus Agra Mas Hantam Truk Tronton di Tol Pemalang-Batang, Satu Penumpang Tewas

Sunardi menyebut selama ini warga mengetahui pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

“Pernah dirawat di rumah sakit jiwa sekitar empat bulan,” katanya.

Namun setelah kembali ke rumah, kondisi pelaku disebut beberapa kali kembali kambuh.

Warga menduga keterbatasan ekonomi keluarga turut memengaruhi penanganan kondisi kejiwaan pelaku.

“Sudah lama dia ODGJ yang tidak mampu, jadi tidak terawat,” ujar Sunardi.

Puncaknya terjadi pada Selasa malam ketika Sapari diduga menyerang kakak kandungnya sendiri, Ruwah, serta keponakannya, Darmanah.

Kepala Desa Tratebang, Pronisah, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga mengenai adanya penusukan yang dilakukan pelaku terhadap anggota keluarganya.

Saat mendatangi rumah sakit, ia melihat kondisi korban laki-laki sudah sangat parah.

“Bagian kepala belakang dekat telinga mengalami luka berat, kemudian bagian perut juga mengalami luka hingga organ dalam keluar,” terangnya.

Baca Juga :  Sebelum Ditangkap, Sikap Terduga Pelaku Sempat Bikin Kades Curiga dan Ujungnya Mengakui Perbuatannya Setelah Diinterogasi Polisi

Sementara Darmanah mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif.

Menurut Pronisah, beberapa waktu sebelum kejadian, sejumlah warga memang melihat perubahan perilaku pelaku yang mulai mudah emosi.

“Beberapa warga melihat tingkahnya sudah mulai emosian,” bebernya.

Meski demikian, tidak ada tanda-tanda pertengkaran ataupun konflik keluarga yang diketahui warga sebelum kejadian berlangsung.

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut. Dugaan sementara, aksi penyerangan terjadi saat kondisi kejiwaan pelaku sedang kambuh.

“Pemicunya kemungkinan karena si pelaku mengalami gangguan jiwa. Jadi mungkin pas waktu kambuh menyerang keluarga sendiri,” jelasnya.

Polisi juga telah mengamankan pelaku beserta barang bukti yang diduga digunakan dalam penyerangan.

Karena itu, selain berharap proses hukum berjalan, warga juga meminta adanya penanganan yang lebih serius terhadap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur
Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk
Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi
Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit
Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar
Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih
Jukir Viral di Pekalongan, Polisi Ingatkan Jangan Paksa Pengendara Bayar Parkir Tak Resmi
Viral Jukir di Jalan Hayam Wuruk, Polisi Bakal Tertibkan Parkir Tak Resmi di Pekalongan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:39 WIB

Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar

Berita Terbaru