Setengah Juta Batang Rokok Ilegal Beredar di Pekalongan, Merek-Merek Ini Paling Banyak Ditemukan

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tumpukan rokok ilegal ditemukan tersimpan di sebuah ruangan yang dijadikan gudang saat dilakukan razia gabungan, Selasa (23/6/26). Foto : Istimewa

Tumpukan rokok ilegal ditemukan tersimpan di sebuah ruangan yang dijadikan gudang saat dilakukan razia gabungan, Selasa (23/6/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID  – Besarnya peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pekalongan terungkap dalam operasi gabungan Bea Cukai dan Satpol PP. Tak tanggung-tanggung, petugas menyita 547.880 batang rokok tanpa pita cukai resmi dari sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik distribusi dan penimbunan.

Jumlah temuan tersebut menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal di wilayah yang dikenal sebagai Kota Santri masih menjadi persoalan serius. Ratusan ribu batang rokok itu ditemukan dalam operasi yang menyasar sejumlah lokasi yang sebelumnya telah masuk radar pengawasan petugas.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan barang kena cukai ilegal yang dilakukan secara terpadu bersama Bea Cukai Jawa Tengah dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.

“Pada hari ini dilaksanakan kegiatan operasi rokok ilegal yang diinisiasi Bea Cukai Jawa Tengah dan Satpol PP Jawa Tengah. Kami mendatangi tempat penjualan maupun penimbunan rokok ilegal dan mendapatkan barang bukti dalam jumlah cukup besar,” katanya, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  KPK Gali Status Tenaga Outsourcing di Pendopo Bupati, Mantan ART Fadia Arafiq Diperiksa

Dari ratusan ribu batang yang diamankan, beberapa merek tercatat mendominasi temuan petugas. Rokok merek Complex menjadi yang terbanyak dengan 56.400 batang, disusul Marbol sebanyak 51.320 batang dan Humer Merah sebanyak 36.600 batang.

Selain itu, petugas juga menemukan Gimbul sebanyak 30.800 batang serta Banana sebanyak 30.000 batang. Puluhan merek lain seperti Bonte, Everest, Humer aneka rasa, Este Putih, Smith, Relax, Dominic hingga Djarumku Bold juga turut diamankan dalam operasi tersebut.

Besarnya jumlah barang bukti mengindikasikan bahwa jaringan distribusi rokok ilegal masih memiliki pasar yang cukup luas. Rokok tanpa cukai umumnya dijual dengan harga lebih murah dibandingkan produk legal sehingga menarik minat sebagian konsumen.

Baca Juga :  Dinsos Pekalongan Belum Terima Laporan Bayi Santriwati Padang Ati, Ingatkan Adopsi Harus Sesuai Prosedur

Seluruh barang bukti hasil operasi langsung dikirim ke Bea Cukai Semarang untuk dilakukan pendalaman dan proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Wahyu menegaskan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala karena peredaran rokok ilegal tidak hanya mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara legal.

“Seluruh barang bukti hasil operasi langsung diserahkan dan dikirim ke Bea Cukai Semarang untuk dilakukan pendalaman serta proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pemerintah juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap peredaran rokok ilegal. Selain tidak memenuhi ketentuan cukai, keberadaan produk tersebut dinilai merusak persaingan usaha yang sehat dan berpotensi memperkuat jaringan distribusi barang ilegal di daerah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB