KANAL KOTA – Budi Riyanto (51), nelayan asal Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, masih mengingat detik-detik perahunya dihantam ombak besar saat hendak masuk muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Sabtu (12/9/2026) malam.
Budi saat itu berada satu perahu dengan Muhayat. Keduanya baru saja selesai mencari ikan dan memutuskan kembali ke daratan karena kondisi cuaca mulai berubah.
Namun, saat mendekati muara, perahu yang mereka tumpangi tak lagi mampu dikendalikan. Ombak besar dari arah belakang membuat perahu terhempas hingga menghantam batu.
“Enggak bisa nguasai kendali,” ungkapnya di IGD RS Budirahayu, Sabtu (12/9/2026).
Budi mengatakan, saat itu mesin perahu masih menyala. Namun, dorongan ombak dan arus membuat perahu sulit diarahkan menuju jalur masuk muara. Menurutnya, ketinggian ombak saat itu lebih dari dua meter.
Perahu kemudian terhempas dan pecah setelah menghantam tumpukan batu di pinggir muara. Budi dan Muhayat sama-sama terlempar ke laut.
Budi berusaha menyelamatkan diri. Saat ombak kembali datang, dia memilih menyelam dan berpegangan pada batu agar tubuhnya tidak kembali terhempas.
“Kalau ada ombak lagi, saya nyelam lagi, pegangan batu lagi,” ujarnya.
Cara itu dilakukan Budi berulang kali hingga akhirnya dia berhasil mencapai daratan. Namun, setelah selamat, Budi langsung teringat Muhayat yang masih berada di sekitar lokasi. Dia kemudian mencari rekannya tersebut.
Budi akhirnya menemukan Muhayat berada di pinggir muara dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Menurut Budi, saat ditemukan, mulut Muhayat masih mengeluarkan busa putih.
“Sudah pingsan, sudah lemas,” ucapnya.
Budi kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi Muhayat. Korban dibawa ke daratan dan selanjutnya menuju rumah sakit. Namun, nyawa Muhayat tidak berhasil diselamatkan.
Budi sendiri sempat mendapatkan perawatan akibat luka yang dialaminya dalam kejadian tersebut.
Sebelum peristiwa itu, Budi mengaku kondisi cuaca saat mereka berangkat melaut masih normal. Lima kapal nelayan disebut berangkat dari TPI sekitar pukul 17.00 WIB.
Mereka kemudian mencari ikan di sekitar perairan Batang. Ketika kondisi angin mulai menguat, rombongan memutuskan menarik jaring dan pulang.
Budi mengatakan, perjalanan pulang yang semula diperkirakan aman berubah menjadi petaka ketika mereka mendekati pintu masuk muara.
“Karena cuaca. Kalau anginnya tambah kencang, kita pulang aja,” jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, dua kapal mengalami kerusakan setelah dihantam ombak dan membentur batu. Sementara kapal nelayan lainnya berhasil kembali dengan selamat.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













