Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga Desa Kayugeritan berkumpul di depan rumah Dayat dan Darmi menunggu kedatangan Gubernur Jawa Tengah dan Plt Bupati Sukirman, Kamis (3/9/26).

Warga Desa Kayugeritan berkumpul di depan rumah Dayat dan Darmi menunggu kedatangan Gubernur Jawa Tengah dan Plt Bupati Sukirman, Kamis (3/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan persoalan utang yang membelit pasangan lansia Dayat dan Darmi, warga Dusun Kayunan, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, mulai diselesaikan.

Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan telah mendatangi pasangan lansia tersebut dan melakukan langkah penanganan terhadap sejumlah persoalan yang mereka hadapi.

Salah satunya terkait utang yang muncul setelah KTP Darmi digunakan pihak lain untuk meminjam uang.

“Pelaku yang utang dengan pinjam KTP itu sudah ketemu Pak Sekda, lalu kemudian sudah disauri (dibayar). Nominalnya antara Rp10 juta, ada yang Rp5 juta, semacam itu,” ungkap Sukirman usai bertemu Dayat dan Darmi di rumahnya, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, penyelesaian utang tersebut dilakukan secara kekeluargaan. Pemkab juga memastikan persoalan utang yang telah diketahui itu tidak lagi menjadi beban pasangan lansia tersebut.

“Sudah selesai dengan kekeluargaan,” ujarnya.

Selain persoalan utang, Pemkab Pekalongan juga tengah mengurus kembali status kepesertaan bantuan sosial (bansos) Dayat dan Darmi. Data mereka akan dikembalikan untuk diproses di Kementerian Sosial agar dapat dilakukan penyesuaian dan aktivasi kembali sesuai kondisi mereka.

Selama proses tersebut berlangsung, Pemkab Pekalongan menyatakan akan membantu memenuhi kebutuhan dasar pasangan lansia tersebut.

“Selama masih menunggu aktivasi bansos, kita sudah menanggung biaya hidup dan makanan, sembako, dan seterusnya,” terang Sukirman.

Baca Juga :  Butuh 1,5 Jam Evakuasi Macan Kumbang dari Rumah Warga,

Sukirman mengatakan, persoalan lain yang masih ditelusuri adalah dugaan penggunaan identitas Darmi untuk aktivitas judi online.

Pemkab Pekalongan telah menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut.

“Sejauh ini belum, tetapi sudah kita serahkan kepada kepolisian untuk terus kita tracking,” katanya.

Sukirman juga menegaskan, apabila nantinya ditemukan tagihan yang berkaitan dengan persoalan tersebut, pemerintah akan membantu penyelesaiannya.

“Tapi kalaupun itu ada tagihan dan seterusnya, pasti kita akan membayar itu,” tegasnya.

Kasus yang dialami Dayat dan Darmi menjadi perhatian Pemkab Pekalongan karena berkaitan dengan penyalahgunaan identitas kependudukan.

Sukirman mengatakan, Pemkab akan memperkuat sosialisasi hingga tingkat desa agar masyarakat lebih berhati-hati memberikan atau meminjamkan KTP kepada orang lain.

Sosialisasi akan melibatkan perangkat daerah hingga organisasi masyarakat di tingkat bawah, termasuk PKK dan kelompok Dasa Wisma.

“Melibatkan seluruh perangkat termasuk di antaranya perangkat desa melakukan sosialisasi. Tadi kebetulan ada ibu-ibu, ya lewat PKK, lewat Dasa Wisma dan seterusnya kita sosialisasi agar hati-hati,” katanya memastikan.

Menurut Sukirman, penggunaan KTP untuk aktivitas judi online menjadi persoalan yang perlu diwaspadai masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan menyerahkan identitas kependudukan kepada pihak lain.

“Penggunaan KTP-nya harus hati-hati dan itu tanggung jawab kita untuk mensosialisasikan ke tingkat bawah, Disdukcapil dan seterusnya,” jelasnya

Baca Juga :  Terungkap, Ini Identitas Tiga Korban Mobil Carry yang Terjun ke Jurang di Lebakbarang Pekalongan

Sukirman mengatakan, Pemkab Pekalongan juga akan melakukan konsolidasi untuk menelusuri kemungkinan adanya kasus serupa yang dialami warga lain.

Menurutnya, pemerintah juga akan memfasilitasi mekanisme sanggahan bagi warga yang merasa terdapat kesalahan dalam penentuan data atau desil penerima bansos.

“Kita coba tracking lagi. Ini kita nanti akan segera konsolidasikan. Ada mekanisme juga yang sanggahan yang nanti akan kita fasilitasi,” paparnya.

Ia memastikan warga yang mengalami persoalan serupa akan dibantu dalam proses perbaikan datanya.

“Pasti, pasti. Desil-desil juga akan kita selesaikan,” janjinya.

Sementara itu, Sukirman menyebut pemerintah desa telah proaktif menangani persoalan yang dialami Dayat dan Darmi. Pemerintah desa disebut langsung berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan dan ikut melakukan negosiasi dengan pihak yang menggunakan KTP Darmi.

“Pemerintah desa proaktif dalam hal ini dan langsung kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten,” tuturnya.

Menurut Sukirman, langkah tersebut ikut membuka jalan bagi penyelesaian persoalan utang secara kekeluargaan.

Kasus Dayat dan Darmi sebelumnya menjadi sorotan setelah kondisi mereka mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah yang datang langsung menemui pasangan lansia tersebut di rumahnya. Setelah kunjungan itu, pemerintah daerah bergerak menangani persoalan bansos, utang serta dugaan penyalahgunaan identitas yang dialami pasangan lansia tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terbaru