KANAL KOTA – Kasus pengeroyokan dalam acara Simbangkulon Night Carnival (SKNC) di Desa Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, disebut tidak hanya menimpa kakak-adik pedagang sosis.
Sebelum insiden terhadap pedagang sosis yang kemudian viral di media sosial, seorang penonton asal Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, juga mengaku menjadi korban pengeroyokan.
Hal itu disampaikan Muhammad Subhan (30), kakak korban Muhammad Syahrul Arwan (27), usai mendampingi sejumlah saksi menjalani pemeriksaan di Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/9/2026).
Subhan mengatakan, adiknya datang ke lokasi karnaval bersama tiga temannya. Saat itu, Syahrul berada agak di belakang, sementara tiga temannya berada di depan.
Tiga teman Syahrul kemudian mencari keberadaan korban dengan memanggil-manggil namanya. Namun, menurut Subhan, saat itulah mereka justru didatangi dan dikeroyok.
“Enggak ada sebab apa-apa itu, hanya penonton. Adik saya itu penonton,” ungkap Subhan kepada kanalplus.id, Selasa (15/9/26).
Menurut dia, Syahrul kemudian ikut menjadi sasaran. Korban disebut sempat dipukul hingga terjatuh. Subhan mengatakan bagian tubuh yang mengalami luka antara lain kepala, leher dan dada.
“Ya adik saya sempat jatuh saat dikeroyok,” ucapnya.
Subhan mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang melakukan pengeroyokan. Ia menyebut keluarganya mengandalkan bukti video untuk membantu mengungkap kejadian tersebut.
“Kayaknya enggak tahu. Yang penting ada videonya itu buktinya,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Syahrul mengalami sejumlah luka dan masih merasakan nyeri di bagian dada. Kondisinya kini disebut mulai membaik, tetapi korban belum dapat kembali bekerja.
“Iya, kondisinya masih sakit terutama di ulu hati, jadi enggak berangkat kerja njahit,” jelas Subhan.
Subhan mengatakan keluarganya telah melaporkan kejadian tersebut dan memilih agar kasus diproses melalui jalur hukum.
“Iya, kami keluarga minta proses hukum saja para pelakunya,” tuturnya.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, tiga orang saksi yang berada di lokasi bersama korban turut dimintai keterangan.
Subhan berharap proses hukum dapat mengungkap kejadian yang menimpa adiknya. Ia juga mengaku keluarganya sempat panik setelah mengetahui Syahrul menjadi korban pengeroyokan.
“Alhamdulillah Allah sudah melindungi, tidak sampai kejadian yang lebih jauh,” bebernya.
Kasus pengeroyokan terhadap Syahrul ini disebut terjadi sebelum insiden lain yang menimpa kakak-adik pedagang sosis dalam rangkaian acara karnaval tersebut. Kedua peristiwa itu kini menjadi bagian dari sorotan terhadap keamanan pelaksanaan SKNC.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












