Gubernur Jateng Soroti KTP Dipakai Judi Online, Bansos Warga Miskin Bisa Ikut Terdampak

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 12:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Pekalongan Sukirman mendatangi rumah pasangan lansia Dayat dan Darmi setelah kisah keduanya viral dan menjadi perhatian publik, Kamis (3/9/26).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Pekalongan Sukirman mendatangi rumah pasangan lansia Dayat dan Darmi setelah kisah keduanya viral dan menjadi perhatian publik, Kamis (3/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti persoalan penyalahgunaan kartu tanda penduduk (KTP) yang digunakan untuk aktivitas judi online. Persoalan tersebut disebut dapat berdampak pada masyarakat miskin yang sebenarnya tidak mengetahui identitasnya digunakan untuk aktivitas ilegal.

Ahmad Luthfi mengungkapkan persoalan itu ditemukan dalam pengecekan di sejumlah daerah. Tidak hanya di Kabupaten Pekalongan, kasus serupa disebut ditemukan saat pemerintah melakukan pengecekan di Kendal dan Ungaran.

“Ternyata setelah kita lakukan pengecekan di Kendal, kemudian di Ungaran, itu terjadi kasus yang sama,” kata Ahmad Luthfi di rumah Dayat dan Darmi di Desa Kayugeritan, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, salah satu persoalan yang ditemukan adalah penggunaan KTP seseorang oleh pihak lain tanpa konfirmasi kepada pemilik identitas. Identitas tersebut kemudian dapat digunakan untuk aktivitas judi online.

Ahmad Luthfi menilai kondisi ini menjadi persoalan serius ketika menyangkut masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah. Sebab, aktivitas judi online yang terdeteksi atas suatu identitas dapat berujung pada penghentian bantuan sosial, meskipun pemilik KTP tidak mengetahui identitasnya telah disalahgunakan.

“Ini menyangkut masyarakat yang desil 1, 2, 3,” ujarnya geram.

Baca Juga :  Cek Langsung Pasutri Lansia Dayat-Darmi, Gubernur Jateng Pastikan Bansos Dikembalikan

Ia mencontohkan masyarakat miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan kemudian KTP-nya dipinjam atau digunakan pihak lain. Ketika identitas tersebut terhubung dengan aktivitas judi online, warga pemilik KTP justru dapat ikut terkena dampaknya.

“Ibu kita itu kasihan sekali. Dia tidak punya pekerjaan, KTP-nya dipinjam untuk pinjam, kemudian untuk judol dan lain sebagainya. Sementara dia karena ada imbauan dari Kemensos terkait dengan judol dihentikan, bansosnya dihentikan. Padahal dia enggak tahu apa-apa,” terang Ahmad Luthfi.

Untuk mencegah masyarakat miskin kehilangan bantuan akibat persoalan data maupun penyalahgunaan identitas, Ahmad Luthfi meminta Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Sosial kabupaten/kota melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial.

Verifikasi tersebut diminta dilakukan bersama Kementerian Sosial, terutama terhadap masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1, 2, dan 3.

“Nanti saya minta tolong Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten/Kota verifikasi kembali dengan Kementerian Sosial untuk desil 1, 2, 3 dijadikan prioritas,” tegasnya.

Selain verifikasi data penerima bansos, Ahmad Luthfi meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) ikut memastikan keamanan penggunaan identitas kependudukan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat juga perlu diberi pemahaman bahwa KTP merupakan identitas pribadi yang tidak boleh digunakan sembarangan.

Baca Juga :  Sempat Dirawat di RSUD Kajen, Korban Mobil Masuk Jurang 300 Meter di Lebakbarang Pekalongan Meninggal Dunia

“Saya minta dari Dinsos melakukan pengecekan, dari Kependudukan melakukan pengecekan. Betul-betul masyarakat harus sadar diri bahwa penggunaan KTP itu tidak sembarangan,” katanya.

Ahmad Luthfi juga meminta kepolisian memperkuat pencegahan dan pengawasan terhadap judi online hingga tingkat masyarakat bawah.

Menurut dia, persoalan judi online tidak hanya menyangkut pelaku dalam skala besar. Masyarakat berpenghasilan rendah juga dapat menjadi korban karena identitas mereka disalahgunakan.

Karena itu, ia meminta Bhabinkamtibmas dan Babinsa ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga memahami risiko memberikan atau meminjamkan identitas kepada orang lain.

“Babinkamtibmas, Babinsa, lakukan sosialisasi di tingkat bawah agar ini tidak terulang lagi,” titahnya.

Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah perlu melakukan pengecekan berlapis terhadap data penerima bantuan sosial. Mulai dari BPS, Dinas Sosial hingga data kependudukan harus saling diverifikasi agar bantuan tetap diterima masyarakat yang memang membutuhkan.

“Nanti akan kita lakukan pengecekan, dari BPS, kemudian Dinas Sosial kita. Kita lakukan pengecekan. Harus cek, re-check, final check, harus tepat sasaran bantuan sosial kita,” tuturnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB