Tak Sekadar Tanam Padi, TNI Kembangkan Kawasan Pangan Terpadu di Pekalongan Pasok Kebutuhan Masyarakat

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kompi Produksi Pangan Kodim Pekalongan yang berlokasi di belakang Koramil Wonopringgo ditinjau Dirsismet Pusterad Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, Kamis (18/6/26).

Kompi Produksi Pangan Kodim Pekalongan yang berlokasi di belakang Koramil Wonopringgo ditinjau Dirsismet Pusterad Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, Kamis (18/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan kini tidak lagi hanya mengandalkan lahan pertanian konvensional. Di Kabupaten Pekalongan, TNI AD mulai mengembangkan konsep kawasan pangan terpadu yang menggabungkan pertanian, peternakan, hingga perikanan dalam satu lokasi untuk menciptakan sumber logistik yang berkelanjutan.

Konsep tersebut diterapkan di area Kompi Produksi Pangan Kodim 0710/Pekalongan yang berada di belakang Koramil Wonopringgo. Di kawasan itu, lahan pertanian dipadukan dengan budidaya cabai, peternakan kambing dan entog, serta kolam budidaya ikan lele.

Dirsismet Pusterad Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva mengatakan, Kompi Produksi merupakan organisasi baru di lingkungan TNI AD yang memiliki fungsi memperkuat logistik wilayah melalui sektor pangan.

“Kompi produksi dibuat oleh TNI Angkatan Darat untuk mendukung logistik wilayah, baik di bidang pertanian, peternakan maupun perikanan,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Terungkap Setelah Korban Hamil Empat Bulan

Menurut Antoninho, konsep tersebut tidak hanya disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat pada situasi normal.

Alih-alih hanya memanfaatkan lahan untuk satu jenis komoditas, sistem terpadu memungkinkan setiap sektor saling mendukung sehingga hasil produksi lebih optimal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

“Kita membuat percontohan seperti persawahan, perkebunan, budidaya cabai, ternak entog, ikan lele dan kambing dalam satu kawasan yang bisa dikembangkan bersama masyarakat,” katanya.

Model ini juga dinilai berpotensi memperkuat rantai pasok pangan lokal. Ketika produksi masyarakat meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah dapat dikurangi.

Antoninho menilai, kemandirian pangan tersebut dapat membuka peluang baru bagi petani dan peternak lokal untuk menjadi pemasok berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  Kejari Pekalongan Periksa Ketua DPRD dan Pejabat Penganggaran Terkait Tunjangan Rumah dan Transportasi Senilai Miliaran Rupiah

“Kalau masyarakat sudah swasembada pangan dan mandiri, mereka bisa menyuplai kebutuhan MBG. Jadi tidak perlu lagi membeli dari luar daerah karena logistik pangan bisa dipenuhi oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya melalui Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan yang ikut mendukung pengembangan kawasan pangan terpadu tersebut.

Menurutnya, konsep seperti di Wonopringgo diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu mengintegrasikan berbagai sektor produksi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Program Kompi Produksi sendiri akan diterapkan di seluruh Kodim di Indonesia sebagai bagian dari strategi TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membangun logistik wilayah yang dapat dimanfaatkan masyarakat pada masa damai maupun dalam kondisi darurat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat
Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan
Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati
Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’
Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang
Empat Kali Diperiksa KPK, Direktur RSUD Kajen Pilih Bungkam Soal Materi Penyidikan
Penyidikan KPK Makin Meluas, Pejabat Strategis Kabupaten Pekalongan Bergantian Jalani Pemeriksaan
Di Tengah Maraton Pemeriksaan KPK, Kuasa Hukum Minta Program Berobat Gratis Warisan Fadia Arafiq Tetap Berjalan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:43 WIB

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:54 WIB

Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:42 WIB

Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WIB

Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang

Berita Terbaru