Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh Medono dan Al Irsyad Pekalongan Jajaki Kolaborasi Dakwah hingga Pengolahan Sampah

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan pengurus Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh dengan perwakilan Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Pekalongan membahas berbagai hal hingga menjajaki peluang kerjasama kedua belah pihak, Jum'at (5/6/26) malam.

Pertemuan pengurus Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh dengan perwakilan Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Pekalongan membahas berbagai hal hingga menjajaki peluang kerjasama kedua belah pihak, Jum'at (5/6/26) malam.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Semangat membangun Kota Pekalongan yang lebih harmonis dan peduli lingkungan menjadi fokus pertemuan silaturahmi antara Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh dengan Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Pekalongan. Selain mempererat ukhuwah, kedua lembaga juga membuka peluang kerja sama di bidang dakwah, kemanusiaan, pendidikan hingga penanganan persoalan sampah yang menjadi isu strategis di kota batik.

Pertemuan kedua belah pihak  berlangsung hangat dengan dihadiri Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh H. Irkham Nurhadi yang didampingi Sekretaris Yayasan Wawan Wahyudi serta anggota yayasan Ustaz Nur. Dari pihak Al Irsyad hadir Wakil Ketua PC Al Irsyad Al Islamiyyah Pekalongan Ustaz Ilyas Ghozy Baisa bersama Ketua Lajnah Dakwah Ustaz Ajuba Muhammad Abdat dan wakilnya Ustaz Azzan Jamal Abdat

Kepada tuan rumah, H. Irkham Nurhadi menegaskan bahwa yayasan yang dipimpinnya membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun golongan.

“Kami ingin bersama-sama memajukan Pekalongan yang kondusif dan aman. Kami terbuka dengan siapa pun, termasuk jika Al Irsyad memiliki kegiatan, insya Allah kami siap hadir dan bersinergi,” ujarnya, Jum’at (5/6/2026) malam.

Menurutnya, selama ini yayasan telah menjalin komunikasi dengan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan hingga lintas agama sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Irkham juga memperkenalkan sejumlah program unggulan yayasan, salah satunya pengembangan pengolahan sampah mandiri yang didorong untuk membantu pemerintah mengatasi kondisi darurat sampah di Kota Pekalongan.

Baca Juga :  Soto Tauto Bu Mah, Rasa Otentik yang Selalu Bikin Kangen Pulang ke Pekalongan

Ia bahkan menawarkan peluang kerja sama apabila Al Irsyad atau lembaga lain membutuhkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami sedang membangun tempat pengolahan sampah mandiri. Kalau nanti Al Irsyad atau pihak lain ingin bekerja sama, kami sangat terbuka karena ini bagian dari silaturahmi sekaligus membantu program pemerintah,” katanya.

Selain itu, yayasan juga mengembangkan program pemberdayaan melalui budidaya ikan yang mendapat dukungan bibit dari pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, hasil panen kedua dari tambak binaan yayasan direncanakan menjadi bagian dari kegiatan sosial kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh juga akan kembali menggelar Festival Hadrah Al Banjari tingkat SMP dan MTs se-Kota Pekalongan yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang dengan dukungan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan.

Irkham menyebut seluruh organisasi masyarakat, tokoh lintas agama hingga pemerintah daerah akan diundang untuk memperkuat semangat persatuan.

Sementara itu, Wakil Ketua PC Al Irsyad Al Islamiyyah Pekalongan Ustaz Ilyas Ghozy Baisa menyambut baik berbagai program yang dijalankan yayasan, khususnya upaya pengelolaan sampah secara mandiri.

Menurutnya, persoalan terbesar bukan hanya teknologi pengolahan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menceritakan pengalaman saat membersihkan lokasi yang akan digunakan untuk salat Idulfitri maupun kegiatan masyarakat. Meski sudah dibersihkan hingga mengangkut belasan truk sampah, tidak sedikit warga yang kembali membuang sampah di tempat tersebut.

Baca Juga :  Polisi Buka Posko Aduan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pekalongan

“Masalahnya bukan hanya sampah, tetapi bagaimana mengubah cara berpikir masyarakat. Kita ingin berbuat baik untuk kemanusiaan, tetapi kesadaran itu harus dibangun bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Lajnah Dakwah Al Irsyad Ustaz Ajuba Muhammad Abdat menilai kerja sama tidak hanya dapat dilakukan pada aspek lingkungan, tetapi juga penguatan dakwah yang menyentuh persoalan sosial masyarakat.

Ia mengungkapkan pihaknya tertarik mempelajari sistem pengolahan sampah yang dikembangkan yayasan, termasuk kemungkinan pengembangan teknologi sederhana hasil studi banding di Jawa Barat yang mampu mengolah sampah rumah tangga secara mandiri.

Selain isu lingkungan, Al Irsyad juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat dakwah dengan pendekatan yang lebih humanis, terutama kepada generasi muda.

Menurutnya, tantangan terbesar organisasi saat ini adalah menarik perhatian anak-anak muda agar memiliki kegiatan positif dan menjauhi perilaku negatif.

“Yang kita cari sekarang adalah metode dakwah yang menyentuh hati tanpa menghakimi. Anak-anak muda harus diajak berdialog, didengar, dan diberi ruang. Kalau pendekatannya tepat, mereka akan lebih mudah menerima nilai-nilai kebaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan pengalaman di dunia pendidikan menunjukkan pendekatan persuasif jauh lebih efektif dibandingkan hukuman dalam membangun karakter generasi muda.

Pertemuan silaturahmi tersebut ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus membangun komunikasi dan membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program dakwah, kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penanganan persoalan lingkungan demi terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih bersih, harmonis, dan berdaya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Wizzmie Pekalongan Kebakaran, Pengunjung Berhamburan Keluar
Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan
Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu
Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI
Terciduk Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Salat Iduladha dan Potong Sembilan Kambing
Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ
Nasabah Kembali Geruduk Rumah Ketua BMT Mitra Umat Pekalongan, Tuntut Pengembalian Tabungan dan Deposito
Balon Udara Raksasa Jatuh Timpa Rumah dan Jaringan Listrik Jadi Rebutan, Satu Anak Luka Tersengat Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:39 WIB

Wizzmie Pekalongan Kebakaran, Pengunjung Berhamburan Keluar

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:14 WIB

Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh Medono dan Al Irsyad Pekalongan Jajaki Kolaborasi Dakwah hingga Pengolahan Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:20 WIB

Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Senin, 1 Juni 2026 - 15:40 WIB

Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI

Berita Terbaru

Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api dari area belakang gerai Wizzmie Pekalongan yang terbakar, Sabtu (6/6/26). Foto : Istimewa

Kota Pekalongan

Wizzmie Pekalongan Kebakaran, Pengunjung Berhamburan Keluar

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:39 WIB