Siswi SMP di Pekalongan Dicekoki Miras dan Dirudapaksa Bergiliran, Tiga Teman Korban Diproses Hukum

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dua dari tiga pelaku dugaan kasus rudapaksa terhadap siswi SMP di Pekalongan menjalani proses hukum peradilan di PN setempat, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Dua dari tiga pelaku dugaan kasus rudapaksa terhadap siswi SMP di Pekalongan menjalani proses hukum peradilan di PN setempat, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Dugaan kasus rudapaksa terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang terjadi di Pekalongan kini memasuki babak akhir persidangan untuk dua pelaku anak. Kuasa hukum korban menyebut masih ada satu pelaku dewasa yang masih menunggu proses persidangan terpisah.

Jimmy Muslimin, Kuasa hukum korban mengungkapkan, dirinya baru menerima kuasa setelah dihubungi keluarga korban usai kembali dari ibadah haji. Saat itu, keluarga menceritakan bahwa anaknya diduga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh tiga orang pelaku,

“Korban diduga menjadi korban rudapaksa yang pelakunya ada tiga orang, dua anak-anak dan satu usia dewasa,” ujarnya di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban dan orang tuanya, peristiwa bermula ketika salah satu pelaku yang dikenal korban membuat janji bertemu di wilayah Kecamatan Kajen pada 13 April 2026.

Pelaku yang awalnya bermaksud datang menjemput malah meminta korban datang ke sebuah rumah kos. Sesampainya di lokasi sudah ada dua orang pelaku lainnya yang tidak dikenal. Ketiga pelaku kemudian memaksa korban mengkonsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Pilih Lebak untuk Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wamen Fajar Soroti Warisan Multatuli dan Keadilan Sosial

Dalam kondisi pusing dan kehilangan kesadaran penuh, korban yang sudah tidak berkutik tersebut kemudian diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan secara bergantian oleh tiga orang pelaku.

“Korban awalnya percaya karena hanya mengenal satu pelaku. Setelah dipaksa minum minuman keras hingga teler, korban kemudian diduga digilir oleh tiga pelaku,” jelas Jimmy.

Peristiwa memilukan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian pada 17 April 2026 dan berlanjut ke proses penyidikan hingga persidangan.

Saat ini, dua pelaku anak telah menjalani proses peradilan anak yang berlangsung lebih cepat dan tertutup dibandingkan perkara orang dewasa. Menurut kuasa hukum korban, agenda persidangan sebelumnya telah memasuki tahap pembacaan tuntutan.

Baca Juga :  Misteri Kematian Siswa Baru SMPN 4 Randudongkal Belum Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Perundungan dan Tunggu Hasil Otopsi

“Hari ini agendanya pembelaan atau pledoi dari penasihat hukum terdakwa,” terang Jimmy.

Ia berharap majelis hakim menjatuhkan putusan yang memberikan rasa keadilan bagi korban serta mempertimbangkan dampak psikologis yang masih dialami hingga kini.

Selain menunggu putusan pidana, pihak keluarga juga berencana mengajukan permohonan restitusi sebagai bentuk ganti rugi atas kerugian materiil maupun immateriil yang dialami korban.

“Korban ini mengalami trauma, sehingga jarang keluar rumah karena malu. Keluarganya juga merasakan dampak yang sama. Karena itu kami akan mengajukan restitusi untuk memperoleh ganti rugi sesuai hak korban,” tegasnya.

Dalam persidangan yang dipantau kuasa hukum, kedua pelaku anak disebut telah mengakui perbuatannya sehingga proses pembuktian berjalan sesuai dengan dakwaan jaksa.

Sementara itu, satu pelaku dewasa dalam perkara tersebut hingga kini belum menjalani persidangan karena proses hukumnya dilakukan secara terpisah dari peradilan anak.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru