PEMALANG, KANALPLUS.ID – Kepala SDN Banjaranyar 01, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Sri Umbartriningsih, membantah tudingan perundungan terhadap salah satu siswanya. Ia menegaskan bahwa tindakan yang dipersoalkan merupakan bagian dari pembinaan, bukan bullying.
Sri menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika ada siswa yang saling mengejek dengan menyebut nama orang tua. Ia kemudian memberikan contoh kepada siswa agar tidak melakukan hal tersebut.
“Saya hanya bilang, kalau kamu dipanggil nama bapakmu, mau tidak? Itu untuk pembelajaran,” jelasnya kepada wartawan di kantornya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menilai tuduhan bahwa dirinya melakukan perundungan, apalagi menggunakan pengeras suara, tidak masuk akal fan bisa dilakukan kroscek dengan siswa lainnya.
“Dibilang pakai pengeras suara, logikanya bagaimana. Saya dan guru lainnya hanya menasehati untuk pembinaan bukan bullying?,” tegasnya.
Sri juga mengungkapkan bahwa siswa tersebut memiliki usia lebih tua dibanding teman sekelasnya serta cenderung aktif, sehingga membutuhkan pendekatan khusus.
Selain itu, ia menyinggung sikap orang tua siswa yang dinilai sering mempublikasikan persoalan sekolah di media sosial tanpa klarifikasi termasuk persoalan program Makan Siang Gratis (MBG).
“Hal kecil pun digoreng di media sosial dan tidak sesuai fakta tanpa pernah klarifikasi,” tambahnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













