Puluhan CPNS Resmi Jadi PNS, Sukirman Tekankan Loyalitas pada Sistem dan Kinerja Nyata

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mengucapkan selamat kepada 41 CPNS yang secara resmi menyandang status PNS setelah diambil sumpahnya, Jum'at (17/4/26). Foto : Istimewa

Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mengucapkan selamat kepada 41 CPNS yang secara resmi menyandang status PNS setelah diambil sumpahnya, Jum'at (17/4/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID — Sebanyak 41 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah diambil sumpah atau janji dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Jumat (17/4/2026) siang. Prosesi yang digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah itu bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi penegasan tuntutan kinerja dan integritas di tengah tekanan pelayanan publik yang kian tinggi. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, memimpin langsung pengambilan sumpah tersebut, didampingi Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar, para asisten sekda, serta kepala OPD. Suasana berlangsung khidmat, namun sarat pesan tegas terkait ekspektasi yang harus segera dijawab para aparatur baru. Dalam sambutannya, Sukirman mengingatkan bahwa status PNS bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menuntut para ASN baru tidak sekadar bekerja rutin, tetapi mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Setelah menerima SK ini, kinerja yang sudah berjalan harus ditingkatkan. Berikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya. Ia menyoroti tantangan birokrasi yang semakin kompleks, di mana masyarakat kini menuntut layanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kehadiran PNS baru harus mampu menjawab ekspektasi tersebut, bukan justru menambah beban sistem yang sudah ada.
Baca Juga :  Sidang Kasus Gacon: Terdakwa Mengeluh Jadi Tumbal, Ahli Ingatkan Hakim Akan Menilai Peran Masing-Masing
Para ASN baru juga diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas pokok dan fungsi, serta mampu menghadapi persoalan masyarakat secara luwes namun tetap solutif. “Harus adaptif dan paham betul tugas yang diemban. Di lapangan, persoalan masyarakat tidak selalu sederhana, sehingga dibutuhkan kepekaan dan kemampuan problem solving,” tegasnya. Sukirman menilai mayoritas PNS yang baru diangkat masih berusia muda, sehingga memiliki peluang besar menghadirkan gagasan segar. Namun, ia mengingatkan bahwa idealisme tanpa implementasi tidak akan berdampak. “Jangan hanya punya ide, tapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang kreatif dan inovatif,” katanya. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya profesionalisme dan efisiensi kerja, sekaligus mendorong ASN untuk berani berpikir berbeda dalam mencari solusi, selama tetap berada dalam koridor aturan. “Berani berbeda itu penting, tapi tetap harus sesuai norma dan ketentuan. Temukan solusi, jangan hanya mengikuti pola lama,” imbuhnya. Salah satu penekanan utama dalam arahannya adalah soal loyalitas. Sukirman secara tegas mengingatkan bahwa loyalitas ASN tidak boleh bersifat personal, melainkan harus tertuju pada sistem dan institusi.
Baca Juga :  Kotak Amal di Jembatan Garuda Merah Putih Mulai Disiapkan, DPRD Ingatkan Jangan Berujung Pungli
“Loyalitas itu kepada lembaga dan sistem, bukan kepada individu. Siapa pun pemimpinnya nanti, birokrasi harus tetap berjalan kuat,” tandasnya. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo, menjelaskan bahwa 41 PNS yang dilantik merupakan bagian dari formasi CPNS tahun 2024 yang telah menyelesaikan masa percobaan selama satu tahun, terhitung sejak 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026. Dari total formasi awal sebanyak 43 orang, dua di antaranya berprofesi sebagai penyuluh pertanian dan telah dialihkan ke Kementerian Pertanian sejak Januari 2026. Ajid menegaskan bahwa pengangkatan ini telah melalui proses administratif dan mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 25 Maret 2026. “Sebanyak 41 orang telah memenuhi syarat dan mendapatkan pertimbangan teknis untuk diangkat menjadi PNS terhitung mulai 1 April 2026,” jelasnya. Dengan pengangkatan ini, para ASN baru langsung tersebar di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bagian di lingkungan Pemkab Pekalongan. Mereka diharapkan segera bekerja efektif dan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi, mengingat tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : AU

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB

Kolaborasi PLTU Batang dan DLHK Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove di Desa Denasri Kulon, Kamis (15/10/26). Foto: Istumewa

Batang

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:21 WIB

Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab mengajak pelaku usaha batik untuk memperkuat digital marketing, Kamis (15/10/26). Foto: dok Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:17 WIB