BATANG, KANALPLUS.ID – Penantian panjang selama lebih dari tiga dekade akhirnya berbuah haru bagi Anto (45), warga Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Setelah 31 tahun terpisah tanpa kabar, ia akhirnya berhasil bertemu kembali dengan ibu kandungnya di Malaysia.
Momen mengharukan itu viral di media sosial setelah Anto mengunggah video pertemuannya dengan sang ibu yang selama ini hilang kontak sejak berangkat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke Malaysia pada awal 1990-an.
Dalam video tersebut, Anto tampak duduk di samping ibunya sambil menahan haru.
“Segala puji bagi Allah, hari ini saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Di sebelah saya ini adalah ibu kandung saya. Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun tanpa kabar, akhirnya atas izin Allah kami bisa berkumpul kembali,” ucap Anto dalam rekaman vidio yang diterima kanalplus.id, Senin (11/5/2026).
Sang ibu yang selama puluhan tahun tak pernah bertemu anak-anaknya juga tak mampu menyembunyikan rasa bahagia.
“Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, terima kasih semuanya yang sudah membantu. Saya senang sekali bisa ketemu anak saya lagi,” ujar perempuan lanjut usia itu dengan suara bergetar.
Kisah pilu keluarga ini bermula sekitar tahun 1993 atau 1994 saat ibu Anto, yang dikenal warga dengan panggilan Mbak Gim, berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Saat itu, Anto masih kecil.
Kepala Desa Adinuso, Ahmad Kuwat, mengatakan warga desa hanya mengetahui bahwa perempuan yang ada dalam vidio tersebut berangkat bekerja ke Malaysia dan kemudian kehilangan kontak dengan keluarga di kampung halaman.
“Kalau tidak salah sekitar tahun 1993 atau 1994 berangkatnya. Dulu masih bersuami dan anak-anaknya masih kecil,” kata Ahmad Kuwat.
Menurutnya, selama berada di Malaysia, ibu Anto sempat menikah lagi dengan warga negara Malaysia setelah suami pertamanya di Indonesia meninggal dunia.
“Katanya dapat suami orang Malaysia. Terus suaminya meninggal juga. Anaknya di sana satu perempuan,” ujarnya.
Ahmad Kuwat menyebut selama tinggal di Malaysia, status administrasi ibu Anto sempat bermasalah karena diduga menjadi pekerja ilegal. Meski begitu, identitas kependudukannya di Indonesia masih tercatat sebagai warga Desa Adinuso.
“KK-nya masih ada di desa sini. Beliau masih tercatat warga Indonesia,” ungkapnya.
Selama bertahun-tahun, Anto terus berusaha mencari keberadaan ibunya. Bahkan, ia sempat bekerja di Malaysia selama bertahun-tahun sambil menelusuri jejak sang ibu dari satu tempat ke tempat lain.
“Mas Anto pernah kerja di Malaysia sekitar enam sampai delapan tahun. Sambil cari ibunya, tapi waktu itu belum ketemu,” terang Ahmad Kuwat.
Usai pulang ke Indonesia tanpa hasil, Anto tidak pernah berhenti berharap. Bersama keluarga, ia terus menggelar doa dan tahlilan agar suatu hari bisa dipertemukan kembali dengan ibunya.
“Kalau orang Jawa kan sering tahlilan, doa tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, minta dipertemukan,” tutur Ahmad Kuwat.
Hingga akhirnya, setelah puluhan tahun tanpa kabar, titik terang itu datang. Melalui bantuan sejumlah pihak dan jaringan sesama warga Indonesia di Malaysia, Anto akhirnya berhasil menemukan keberadaan ibunya.
Pertemuan itu menjadi momen penuh haru yang tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga warga Desa Adinuso yang ikut mengikuti perjalanan pencarian tersebut selama bertahun-tahun.
Saat ini Anto masih berada di Malaysia untuk mengurus kepulangan sang ibu ke Indonesia. Pemerintah desa pun mengaku ikut membantu proses administrasi kependudukan dan dokumen yang dibutuhkan.
“Kami mendukung sekali. Dari desa membantu pengurusan KK dan KTP supaya datanya sinkron dengan ibunya,” kata Ahmad Kuwat.
Pihak desa juga terus memantau perkembangan proses administrasi melalui komunikasi langsung dengan Anto di Malaysia. Saat ini keluarga masih menunggu proses dari pihak Kedutaan Republik Indonesia sebelum sang ibu bisa dipulangkan ke tanah kelahirannya di Desa Adinuso.
Meski perjalanan hidup memisahkan mereka selama 31 tahun, Anto mengaku bersyukur akhirnya bisa memeluk kembali perempuan yang melahirkannya.
“Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan bagi kami sekeluarga,” ucap Anto penuh haru.
Informasi yang dihimpun, rencananya Anto dan ibu kandungnya tersebut akan pulang ke tanah air pada 14 Mei 2026 mendatang dengan pendampingan anggota Komisi VII DPR RI Dapil X Yoyok Riyo Sudibyo ke kampung halamannya di Desa Adinuso.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









