Retribusi Parkir Jumat Kliwon Disorot DPRD Batang, Potensi PAD Dinilai Masih Banyak Bocor

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

DPRD Kabupaten Batang menyoroti retribusi parkir Kliwonan di Alun-alu Batang belum tergarap maksimal sehingga berpotensi terjadinya kebocoran, Senin (20/7/26). Foto : Ilustrasi AI

DPRD Kabupaten Batang menyoroti retribusi parkir Kliwonan di Alun-alu Batang belum tergarap maksimal sehingga berpotensi terjadinya kebocoran, Senin (20/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS – Retribusi parkir saat gelaran Jumat Kliwon di Alun-Alun Batang menjadi sorotan DPRD Kabupaten Batang. Komisi II menilai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir insidentil di kawasan tersebut belum tergarap maksimal sehingga masih menyisakan peluang kebocoran penerimaan daerah.

Ketua Komisi II DPRD Batang H. Fatkhur Rohman mengatakan pihaknya mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera membenahi tata kelola parkir pada setiap penyelenggaraan pasar dan keramaian Jumat Kliwon yang rutin digelar setiap bulan.

“Kami menyasar kegiatan parkir di sekitar Alun-Alun Batang saat Jumat Kliwon. Dishub kami dorong agar bisa berkoordinasi dengan warga, juru parkir maupun pemegang SPK sehingga parkir insidentil bisa dikelola secara lebih baik,” kata Fatkhur Rohman, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, selama ini masih terdapat potensi penerimaan daerah yang belum masuk ke kas pemerintah akibat pengelolaan parkir yang belum tertata secara optimal pada momen-momen keramaian.

Baca Juga :  Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Majapahit di Batang, Identitas Korban Terungkap lewat Sidik Jari

Karena itu, Komisi II meminta sistem parkir insidentil dibenahi agar retribusi yang dipungut dapat tercatat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Kabupaten Batang.

Saat disinggung mengenai parkir pada konser-konser besar, seperti pertunjukan Denny Caknan maupun NDX A.K.A yang disebut tidak memberikan pemasukan bagi kas daerah, Fatkhur mengakui potensi tersebut memang cukup besar.

Namun, menurutnya, DPRD memilih memprioritaskan pembenahan kegiatan yang berlangsung rutin setiap bulan dibandingkan acara yang hanya bersifat insidental.

“Memang sayang kalau potensi itu tidak masuk PAD. Tetapi kegiatan seperti konser tidak berlangsung setiap bulan, sehingga perhatian kami lebih difokuskan pada parkir Jumat Kliwon yang rutin diselenggarakan,” ujarnya.

Selain membahas parkir insidentil, Komisi II juga menyinggung wacana penerapan sistem parkir berlangganan di Kabupaten Batang. Meski dinilai dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan parkir, rencana tersebut untuk sementara belum akan diterapkan.

Baca Juga :  Truk Mogok di Pantura Batang Berujung Tabrakan Berantai, Tiga Pengguna Jalan Terluka

Fatkhur menjelaskan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta tingginya beban pajak kendaraan menjadi pertimbangan utama penundaan kebijakan tersebut.

Apabila nantinya parkir berlangganan diberlakukan, DPRD mengusulkan agar penerapan awal dimulai dari kendaraan milik pemerintah sebagai proyek percontohan sebelum diterapkan kepada masyarakat luas.

“Kami melihat kalau nanti memang memungkinkan, penerapannya bisa dimulai dari kendaraan dinas atau kendaraan milik pemerintah terlebih dahulu,” katanya.

Komisi II berharap pembenahan tata kelola parkir, khususnya pada kegiatan rutin yang menyedot ribuan pengunjung, mampu menjadi salah satu sumber peningkatan PAD tanpa harus membebani masyarakat dengan kebijakan baru.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru