Ratusan Pengelola Dapur MBG Dipanggil Kejari Batang, Ada Apa?

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejumlah pemilik SPPG dan Yayasan Mitra MBG dipanggil Kejari Batang, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

Sejumlah pemilik SPPG dan Yayasan Mitra MBG dipanggil Kejari Batang, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Ratusan pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ketua yayasan penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mendadak dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang. Pemanggilan yang dilakukan secara bertahap itu sempat memunculkan tanda tanya di kalangan mitra lantaran mereka diwajibkan hadir sendiri dan diminta membawa sejumlah dokumen penting.

Pemanggilan berlangsung pada Selasa (30/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026) di Kantor Kejari Batang.

Sejak pagi, halaman kantor Kejari dipenuhi kendaraan para pemilik SPPG dan pengurus yayasan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Batang yang datang memenuhi undangan.

Berdasarkan informasi yang diterima para mitra, seluruh pemilik SPPG dan ketua yayasan diminta hadir secara langsung tanpa boleh diwakilkan.

Mereka juga diwajibkan membawa dokumen berupa Berita Acara (BA) Verifikasi SPPG serta surat kepemilikan bangunan.

Baca Juga :  Nelayan hingga Ponpes Jadi Sasaran, 31 Hewan Kurban dari PLTU Batang Disebar ke 25 Titik

Dalam pesan yang beredar di kalangan mitra, bahkan disebutkan bahwa pihak yang tidak memenuhi undangan siap menerima konsekuensi lanjutan.

Pesan tersebut juga mencantumkan jadwal kedatangan berdasarkan wilayah kecamatan agar proses pendataan berjalan bergiliran.

Isi pesan itu sempat memicu kekhawatiran di kalangan pengelola dapur MBG karena tidak disertai surat undangan resmi, namun terdapat peringatan mengenai konsekuensi apabila tidak hadir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batang, Acep Viki Rosdinar, menegaskan bahwa pemanggilan tersebut bukan bagian dari proses penyelidikan ataupun pemeriksaan perkara hukum.

Menurutnya, Kejari Batang hanya menjalankan instruksi dari pimpinan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh yayasan dan SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Batang.

“Kami melaksanakan instruksi dari pimpinan pusat untuk melakukan pendataan yayasan dan SPPG yang ada di Kabupaten Batang,” ujar Acep kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data yang lengkap mengenai keberadaan dapur MBG beserta yayasan pengelolanya sebagai bagian dari pemutakhiran data.

“Hanya pendataan saja. Tadi para pemilik SPPG dan ketua yayasan sudah datang,” katanya.

Pendataan dilakukan secara bertahap dengan membagi jadwal kedatangan berdasarkan wilayah kecamatan, mulai dari Bandar, Blado, Reban, Subah, Pecalungan, Bawang, Banyuputih, Gringsing, Limpung, Tersono hingga wilayah Batang kota dan kecamatan lainnya.

Meski dipastikan hanya untuk kepentingan pendataan, pemanggilan serentak terhadap seluruh pengelola dapur MBG tersebut menjadi perhatian karena melibatkan hampir seluruh mitra penyelenggara program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB