BATANG, KANALPLUS.ID – Perjalanan Kereta Api (KA) Kamandaka relasi Tegal–Semarang diwarnai insiden tragis setelah seorang pria tewas tertemper kereta di jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Batang, Minggu 19 Juli 2026 pagi.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.18 WIB di Kilometer 79+3/4 jalur hulu. Korban yang berada di jalur rel tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertabrak KA 182A Kamandaka yang tengah melaju menuju Semarang.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KA Kamandaka sempat berhenti di Stasiun Batang untuk menjalani pemeriksaan sarana guna memastikan tidak ada kerusakan pada kereta pascakejadian.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan berdasarkan keterangan masinis, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan sebelum tabrakan terjadi.
“Masinis telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif secara berulang-ulang sebagai peringatan. Namun orang tersebut tetap berada di jalur kereta api sehingga kejadian tidak dapat dihindari,” kata Luqman dalam siaran persnya, Senin (20/7/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta dan dipastikan seluruh sarana dalam kondisi aman serta dilakukan penyerahan PTGOK Nomor 001, KA Kamandaka kembali diberangkatkan dari Stasiun Batang pada pukul 08.30 WIB.
Insiden itu menyebabkan perjalanan KA Kamandaka mengalami keterlambatan sekitar 10 menit.
Luqman menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak berada di jalur rel kereta api dalam kondisi apa pun.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Jalur kereta api bukan tempat untuk beraktivitas karena sangat membahayakan keselamatan diri maupun perjalanan kereta api,” ujarnya.
Menurut Luqman, KAI Daop 4 Semarang terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui berbagai program keselamatan.
Selama Januari hingga Juli 2026, KAI telah melaksanakan 212 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 21 kali sosialisasi di sekolah-sekolah, serta menutup 14 perlintasan liar yang dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













