KANAL KOTA – PT KAI Daop 4 Semarang buka suara terkait kejadian palang pintu perlintasan di Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, yang tidak menutup saat kereta api melintas pada Minggu 30 Agustus 2026 pagi.
Kejadian tersebut menjadi perhatian karena kereta api melintas ketika palang pintu belum tertutup. Namun, tidak ada kecelakaan maupun korban dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi bersama pengelola perlintasan untuk mengetahui kondisi pengamanan di lokasi tersebut.
“Kami siap melakukan evaluasi dengan pengelola perlintasan sebidang tersebut untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di waktu yang akan datang,” kata Luqman dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2026).
Evaluasi tersebut mencakup sistem pengamanan, kesiapan petugas, serta prosedur keselamatan yang diterapkan di perlintasan sebidang.
KAI juga mengapresiasi warga yang langsung membantu mengamankan arus kendaraan ketika kereta api melintas. Menurut Luqman, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan perhatian semua pihak.
“Jadi keselamatan merupakan hal utama dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Luqman menegaskan pengamanan perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab operator kereta api. Pemerintah daerah, pengelola jalan, pengelola perlintasan, aparat kewilayahan dan masyarakat juga memiliki peran dalam mencegah kecelakaan.
KAI meminta pengendara untuk tidak menerobos atau mendahului kereta ketika berada di perlintasan. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, memastikan jalur aman, melihat ke kanan dan kiri, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
Upaya pencegahan juga terus dilakukan KAI Daop 4 Semarang. Hingga Agustus 2026, KAI mengklaim telah menggelar 267 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga telah menutup sebanyak 14 perlintasan kereta api sebidang liar karena rentan dan berpotensi membahayakan masyarakat.pt
“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama untuk semakin memperkuat budaya keselamatan. KAI akan terus proaktif melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” terang Luqman.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













