Pisau Berdarah dan Hasil Otopsi Jadi Fokus Penyelidikan Kematian Daniel Faza di Pekalongan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polres Pekalongan menggelar konferensi pers berkaitan dengan banyak kasus menonjol selama kurun waktu dua bulan terakhir di mana dalah satunya terkait perkembangan terbaru dari peristiwa penemuan jenasah Daniel Faza di rumahnya di Jalan Raya Kebonsari Karangdadap, Kamis (9/7/26).

Polres Pekalongan menggelar konferensi pers berkaitan dengan banyak kasus menonjol selama kurun waktu dua bulan terakhir di mana dalah satunya terkait perkembangan terbaru dari peristiwa penemuan jenasah Daniel Faza di rumahnya di Jalan Raya Kebonsari Karangdadap, Kamis (9/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Sebilah pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter yang ditemukan berlumuran darah menjadi salah satu barang bukti utama dalam penyelidikan kematian Daniel Faza (21) di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Penyidik Polres Pekalongan masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik untuk mengetahui asal bercak darah, kemungkinan jejak DNA, serta keterkaitan pisau tersebut dengan luka yang dialami korban.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Iptu Fauzi Surya Chandra mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan ilmiah. Polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan atau penyebab lain.

“Dalam proses penyelidikan ini kami menggunakan scientific crime investigation. Barang bukti akan diperiksa melalui Laboratorium Forensik,” kata Fauzi kepada wartawan usai konferensi pers, Kamis (9/7/2026).

Menurut Fauzi, pisau yang diamankan memiliki panjang sekitar 30 sentimeter. Barang bukti itu ditemukan dalam kondisi terdapat darah, sehingga perlu diuji lebih lanjut secara laboratoris.

Baca Juga :  Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban

Penyidik juga mencermati sejumlah temuan di tubuh korban dan kondisi di lokasi kejadian. Salah satu hal yang didalami adalah posisi serta pola darah yang ditemukan, termasuk informasi dari keluarga mengenai dominasi tangan korban.

“Semua itu masih harus kami sandingkan dengan hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik. Kami belum bisa memastikan apakah peristiwa itu dilakukan sendiri atau melibatkan orang lain,” ujarnya.

Terkait hasil otopsi, polisi menyebut tidak menemukan indikasi korban berada dalam kondisi mabuk berat. Dari pemeriksaan awal, tidak ada temuan yang mengarah pada konsumsi alkohol dalam jumlah yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran.

Baca Juga :  Konten Demi Hoaks, Pemuda di Pekalongan Rekayasa Jadi Korban Begal Pakai Properti Samurai dan Potongan Ibu Jari Berujung Urusan Polisi

“Bisa saja ada konsumsi, tetapi tidak sampai membuat korban mabuk atau tidak sadar. Kondisinya tidak mengarah pada keadaan over,” terang Fauzi.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C. Yusuf menambahkan, penyidik telah memeriksa tujuh saksi dan terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti, termasuk darah dan DNA pada pisau. Kesimpulan apakah ini pembunuhan atau bukan akan disampaikan setelah seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan ilmiah selesai,” sebut Rachmat.

Daniel Faza ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dekat kamar mandi rumahnya pada Minggu (5/7/2026) pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya yang hendak menunaikan salat Subuh.

Polisi meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyimpulkan penyebab kematian korban sebelum pemeriksaan forensik rampung.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru