Jalan Rusak Jadi Ancaman, Polisi dan Warga Turun Tangan Tambal Lubang di Tiga Ruas Utama Pekalongan

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi dibantu warga menambal lubang jalan di beberapa ruas jalur utama untuk mengurangi resiko kecelakaan, Senin (15/6/26). Foto : Istimewa

Polisi dibantu warga menambal lubang jalan di beberapa ruas jalur utama untuk mengurangi resiko kecelakaan, Senin (15/6/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Ketika kerusakan jalan mulai menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan, personel kepolisian, TNI, dan warga memilih tidak menunggu perbaikan permanen. Mereka bergotong royong menutup puluhan titik jalan berlubang di sejumlah ruas strategis Kabupaten Pekalongan, Senin (15/6/2026).

Aksi penambalan dilakukan Satlantas Polres Pekalongan bersama Polsek Sragi, Koramil, dan masyarakat sebagai upaya cepat mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini mengintai pengendara, terutama sepeda motor.

Beberapa ruas yang menjadi sasaran merupakan jalur dengan lalu lintas padat, yakni Jalan Raya depan Pos Pait hingga Sragi, Jalan Raya Perempatan Podo sampai depan Koramil Kedungwuni, serta Jalan Raya Karangdowo hingga Simpang Tiga Tangkil Kulon.

Dengan membawa material penambal jalan, aparat dan warga terlihat bergantian mengisi lubang-lubang yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Aktivitas tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas karena dilakukan langsung di tengah arus kendaraan.

Baca Juga :  Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian Pemuda di Karangdadap, Hasil Laboratorium Forensik Jadi Penentu

Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra mengatakan kondisi jalan berlubang tidak bisa dianggap sepele karena sering kali menjadi pemicu pengendara kehilangan kendali, terutama saat malam hari atau ketika hujan menutupi lubang dengan genangan air.

“Jalan berlubang memiliki potensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami bersama Polsek Sragi, Koramil, dan masyarakat melakukan penanganan sementara di titik-titik yang dinilai rawan,” ujarnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi solusi cepat sebelum dilakukan perbaikan yang lebih permanen oleh instansi terkait. Penambalan diprioritaskan pada bagian jalan yang memiliki tingkat kerusakan cukup mengganggu dan sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tidak hanya bekerja menutup lubang, petugas juga memberikan peringatan kepada pengendara untuk mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi pekerjaan serta tetap mematuhi aturan lalu lintas.

Baca Juga :  KPK Telusuri Aliran Dana Kasus Korupsi Fadia Arafiq, Pedagang Emas Online dari Sidoarjo Ikut Diperiksa

Menurut AKP Alfian, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama.

“Partisipasi warga sangat kami apresiasi. Dengan kolaborasi seperti ini, potensi bahaya di jalan dapat diminimalkan sehingga masyarakat bisa berkendara dengan lebih aman,” katanya.

Gotong royong yang berlangsung di beberapa titik itu pun mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain memperbaiki kondisi jalan yang rusak, kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Penambalan ini memang bersifat sementara, namun diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat hingga dilakukan perbaikan jalan secara menyeluruh.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru