Depresi, Anak ‘Bunuh’ Ibu Kandung di Kota Pekalongan

Senin, 11 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kerabat dan warga Gang Gotong-royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan sedang bertakziah dan berdoa di depan rumah duka pasca kejadian tragis semalam, Senin (11/5/26).

Kerabat dan warga Gang Gotong-royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan sedang bertakziah dan berdoa di depan rumah duka pasca kejadian tragis semalam, Senin (11/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Warga gang gotong-royong Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan dibuat geger dengan ulah Muhammad Sidik Permana (25) yang diduga tega menghilangkan nyawa ibu kandungnya sendiri yang sudah berusia lanjut pada Minggu 10 Mei 2026 menjelang dini hari.

Korban bernama Tarsimi (66) diduga dipukul kepalanya oleh anak bungsunya dengan cobek batu hingga mengalami luka parah dan akhirnya dinyatakan meninggal setelah dua jam lebih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Peristiwa tragis itu sendiri terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di rumah korban. Saat kejadian, korban disebut tengah bersiap tidur di kamar belakang rumah, sementara anggota keluarga lain berada di bagian depan rumah.

Kakak kedua pelaku, Sri Lestari, mengaku mendengar keributan dari arah belakang rumah sebelum akhirnya mendapati sang ibu sudah tergeletak bersimbah darah.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan di Ponpes Padepokan Padang Ati Pekalongan, Korban Diminta Memijat Pelaku

“Jadi kejadiannya di belakang, soalnya ibu saya memang tidurnya di belakang. Kamar saya sebelahnya,” ujar Sri Lestari saat ditemui di rumahnya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, korban saat itu masih dalam kondisi sadar ketika keluarga datang menolong dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun sekitar dua jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Saat itu masih hidup, masih sadar waktu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Di lokasi kejadian, warga menemukan cobek batu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Sri Lestari mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana peristiwa itu terjadi karena saat ia datang, adiknya sudah berdiri di dekat korban yang terkapar.

“Iya Itu kayak ada cobek pecah gitu sih,” ucapnya.

Pihak keluarga menyebut tidak pernah ada persoalan maupun pertengkaran antara korban dan pelaku sebelumnya. Sri Lestari menduga tindakan nekat adiknya dipicu gangguan kejiwaan yang kembali kambuh.

Baca Juga :  Warga Dikagetkan Pria Bersimbah Darah Minta Tolong, Korban Alami Banyak Luka Tusuk

“Memang nggak ada masalah. Wong itu ibu sama anak,” ujarnya.

Ia mengatakan sang adik sudah mengalami gangguan jiwa sejak sekitar satu tahun terakhir dan sempat menjalani pengobatan. Sebelum sakit, pelaku disebut bekerja normal seperti biasa.

Usai kejadian, pelaku diamankan warga sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kondisi kejiwaan di rumah sakit.

Pihak keluarga yang mengaku khawatir berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Ya penginnya yang terbaik. Jangan sampai ada korban lagi,” tutur Sri Lestari.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk memastikan kronologi dan kondisi kejiwaan terduga pelaku.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah
Tawuran Gagal, Tiga Pelajar SMP Batang Malah Diciduk Polisi saat Motor Mogok dan Celurit 80 Cm Disita
Sok Sangar Todongkan Pistol Mainan, Perampok di Pemalang Gagal Gasak Toko Emas dan Berakhir jadi Pesakitan
Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal
BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah
KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera
Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter
Modus Bajak Akun Istri yang Hilang Kontak, Pria di Banyumas Tipu Warga Pekalongan Rp50 Juta

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:49

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:52

Tawuran Gagal, Tiga Pelajar SMP Batang Malah Diciduk Polisi saat Motor Mogok dan Celurit 80 Cm Disita

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:19

Sok Sangar Todongkan Pistol Mainan, Perampok di Pemalang Gagal Gasak Toko Emas dan Berakhir jadi Pesakitan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:12

Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:44

BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

Berita Terbaru