Depresi, Anak ‘Bunuh’ Ibu Kandung di Kota Pekalongan

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kerabat dan warga Gang Gotong-royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan sedang bertakziah dan berdoa di depan rumah duka pasca kejadian tragis semalam, Senin (11/5/26).

Kerabat dan warga Gang Gotong-royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan sedang bertakziah dan berdoa di depan rumah duka pasca kejadian tragis semalam, Senin (11/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Warga gang gotong-royong Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan dibuat geger dengan ulah Muhammad Sidik Permana (25) yang diduga tega menghilangkan nyawa ibu kandungnya sendiri yang sudah berusia lanjut pada Minggu 10 Mei 2026 menjelang dini hari.

Korban bernama Tarsimi (66) diduga dipukul kepalanya oleh anak bungsunya dengan cobek batu hingga mengalami luka parah dan akhirnya dinyatakan meninggal setelah dua jam lebih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Peristiwa tragis itu sendiri terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di rumah korban. Saat kejadian, korban disebut tengah bersiap tidur di kamar belakang rumah, sementara anggota keluarga lain berada di bagian depan rumah.

Kakak kedua pelaku, Sri Lestari, mengaku mendengar keributan dari arah belakang rumah sebelum akhirnya mendapati sang ibu sudah tergeletak bersimbah darah.

Baca Juga :  Polisi Tunggu Hasil Observasi RSJ Semarang, Status Hukum Pelaku Penusukan Kakak dan Keponakan di Pekalongan Belum Dipastikan

“Jadi kejadiannya di belakang, soalnya ibu saya memang tidurnya di belakang. Kamar saya sebelahnya,” ujar Sri Lestari saat ditemui di rumahnya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, korban saat itu masih dalam kondisi sadar ketika keluarga datang menolong dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun sekitar dua jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Saat itu masih hidup, masih sadar waktu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Di lokasi kejadian, warga menemukan cobek batu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Sri Lestari mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana peristiwa itu terjadi karena saat ia datang, adiknya sudah berdiri di dekat korban yang terkapar.

“Iya Itu kayak ada cobek pecah gitu sih,” ucapnya.

Pihak keluarga menyebut tidak pernah ada persoalan maupun pertengkaran antara korban dan pelaku sebelumnya. Sri Lestari menduga tindakan nekat adiknya dipicu gangguan kejiwaan yang kembali kambuh.

Baca Juga :  Usai Kirab di Puncak Festival, 5000 Tangkir Bubur Suro Jadi Rebutan Pengunjung

“Memang nggak ada masalah. Wong itu ibu sama anak,” ujarnya.

Ia mengatakan sang adik sudah mengalami gangguan jiwa sejak sekitar satu tahun terakhir dan sempat menjalani pengobatan. Sebelum sakit, pelaku disebut bekerja normal seperti biasa.

Usai kejadian, pelaku diamankan warga sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kondisi kejiwaan di rumah sakit.

Pihak keluarga yang mengaku khawatir berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Ya penginnya yang terbaik. Jangan sampai ada korban lagi,” tutur Sri Lestari.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk memastikan kronologi dan kondisi kejiwaan terduga pelaku.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus
2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi
Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Rabu, 9 September 2026 - 09:01 WIB

2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB