KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Warga gang gotong-royong Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan dibuat geger dengan ulah Muhammad Sidik Permana (25) yang diduga tega menghilangkan nyawa ibu kandungnya sendiri yang sudah berusia lanjut pada Minggu 10 Mei 2026 menjelang dini hari.
Korban bernama Tarsimi (66) diduga dipukul kepalanya oleh anak bungsunya dengan cobek batu hingga mengalami luka parah dan akhirnya dinyatakan meninggal setelah dua jam lebih mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Peristiwa tragis itu sendiri terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di rumah korban. Saat kejadian, korban disebut tengah bersiap tidur di kamar belakang rumah, sementara anggota keluarga lain berada di bagian depan rumah.
Kakak kedua pelaku, Sri Lestari, mengaku mendengar keributan dari arah belakang rumah sebelum akhirnya mendapati sang ibu sudah tergeletak bersimbah darah.
“Jadi kejadiannya di belakang, soalnya ibu saya memang tidurnya di belakang. Kamar saya sebelahnya,” ujar Sri Lestari saat ditemui di rumahnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, korban saat itu masih dalam kondisi sadar ketika keluarga datang menolong dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun sekitar dua jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Saat itu masih hidup, masih sadar waktu dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Di lokasi kejadian, warga menemukan cobek batu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Sri Lestari mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana peristiwa itu terjadi karena saat ia datang, adiknya sudah berdiri di dekat korban yang terkapar.
“Iya Itu kayak ada cobek pecah gitu sih,” ucapnya.
Pihak keluarga menyebut tidak pernah ada persoalan maupun pertengkaran antara korban dan pelaku sebelumnya. Sri Lestari menduga tindakan nekat adiknya dipicu gangguan kejiwaan yang kembali kambuh.
“Memang nggak ada masalah. Wong itu ibu sama anak,” ujarnya.
Ia mengatakan sang adik sudah mengalami gangguan jiwa sejak sekitar satu tahun terakhir dan sempat menjalani pengobatan. Sebelum sakit, pelaku disebut bekerja normal seperti biasa.
Usai kejadian, pelaku diamankan warga sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kondisi kejiwaan di rumah sakit.
Pihak keluarga yang mengaku khawatir berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ya penginnya yang terbaik. Jangan sampai ada korban lagi,” tutur Sri Lestari.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk memastikan kronologi dan kondisi kejiwaan terduga pelaku.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










