PEKALONGAN – KANALPLUS.ID, Sebanyak 153 kepala sekolah dan bendahara dari 94 TK/KB Aisyiyah se-Kabupaten Pekalongan mengikuti Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pengelolaan Filantropis, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Pekalongan itu berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Gejlik, Kajen.
Pelatihan tersebut menggandeng Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan sebagai penyedia aplikasi pencatatan keuangan berbasis digital. Sistem ini diharapkan mampu mempermudah pengelolaan keuangan sekolah agar lebih transparan, akuntabel, dan mudah dilaporkan.
Ketua IGABA Kabupaten Pekalongan, Oktavia Novita, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme kepala sekolah, bendahara, dan guru TK/KB Aisyiyah di Kabupaten Pekalongan.
“Selama ini masih ada bendahara sekolah yang merangkap sebagai pengajar, sehingga program Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pengelolaan Filantropis ini sangat penting, khususnya untuk PAUD”, tutur Novita
Menurutnya, pengelolaan administrasi keuangan di lembaga pendidikan anak usia dini membutuhkan sistem yang rapi dan mudah digunakan. Karena itu, pihaknya meminta dukungan Lazismu Kabupaten Pekalongan untuk menghadirkan aplikasi yang dapat membantu bendahara sekolah.
Novi juga mengaku meminta tolong kepada Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, untuk membuatkan semacam aplikasi atau sistem untuk mempermudah tugas bendahara TK/KB Asyiyah dalam membuat laporan keuangan yang akuntabel, bukan asal tulis debet kredit.
Ia berharap materi yang diberikan dalam pelatihan dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing sehingga saat ada pemeriksaan dari lembaga pengawasan keuangan, seluruh administrasi sudah siap.
Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (PAUD-DASMEN) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pekalongan, Sukayati, mengapresiasi langkah IGABA Kabupaten Pekalongan yang terus berinovasi meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan.
“Peningkatan Kemampuan Kepala Sekolah, Guru, seolah tidak pernah puas dan selalu melakukan hal yang baik”, tutur Sukayati.
Ia menjelaskan, sebelumnya pencatatan keuangan sekolah masih dilakukan secara manual dengan banyak buku administrasi, mulai dari buku kas, buku SPP, hingga buku tabungan, sehingga membutuhkan ketelitian tinggi.
“Harapannya, setelah mengggunakan aplikasi, semua menjadi mudah, mencegah kekeliruan, akuntabilitas terjaga dan dalam melakukan perencanaan dibuat sebaik mungkin agar tidak pincang”, tutur Sukayati.
Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menjelaskan aplikasi yang dikembangkan merupakan sistem sederhana berbasis spreadsheets, gratis, dan mudah diakses melalui ponsel.
“Kami membuat sistem untuk membantu mencatat sumber-sumber penerimaan, misalnya dari siswa. Aplikasi ini mudah dilihat, karena paperless, cukup menggunakan HP”, tutur Sutiknyo.
Menurutnya, penggunaan sistem digital juga dapat meminimalkan risiko kehilangan data ketika buku manual rusak atau hilang akibat bencana seperti banjir.
Sutiknyo juga mengaku telah mengembangkan sistem kartu SPP Virtual, serta laporan keuangan yang sudah layak audit dengan penggunaan jurnal.(*)
Penulis : Sindung
Editor : Sindung Perkasa









