Dari Limbah Dapur ke Sungai, Eco-Enzim Diuji Jadi Senjata Baru Melawan Pencemaran di Kota Tegal

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Uji coba cairan eco-enzim hasil fermentasi limbah organik yang dikembangkan dari riset dosen dan mahasiswa UMUS Brebes, Sabtu (13/6/26). Foto : Istimewa

Uji coba cairan eco-enzim hasil fermentasi limbah organik yang dikembangkan dari riset dosen dan mahasiswa UMUS Brebes, Sabtu (13/6/26). Foto : Istimewa

KOTA TEGAL, KANALPLUS.ID – Upaya memulihkan kualitas sungai tidak selalu harus dimulai dengan teknologi mahal. Di Jalan Abdul Syukur, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, limbah organik rumah tangga justru menjadi bahan utama dalam aksi penjernihan sungai yang digelar Pemerintah Kota Tegal bersama Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Jumat (12/6).

Berbeda dari kegiatan bersih-bersih sungai pada umumnya, aksi kali ini mengandalkan eco-enzim, cairan hasil fermentasi limbah organik yang dikembangkan melalui riset dosen dan mahasiswa UMUS. Inovasi tersebut diuji sebagai alternatif ramah lingkungan untuk membantu memperbaiki kualitas air sekaligus mengurangi beban pencemaran akibat aktivitas domestik.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menilai pendekatan tersebut menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui inovasi sederhana yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, eco-enzim tidak hanya berpotensi meningkatkan kualitas air, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Baca Juga :  Sapi Kurban Presiden Seberat 1,1 Ton Bakal Dipotong di Masjid Tsumairi Kota Tegal

“Langkah kecil seperti ini bisa memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga sungai tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, berbagai upaya pemulihan akan sulit memberikan hasil maksimal.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Roby Setiadi, menegaskan bahwa penggunaan eco-enzim dalam skala lapangan menjadi bentuk nyata hilirisasi hasil penelitian kampus.

Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa limbah organik dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekologis, sehingga riset akademik tidak berhenti sebagai laporan ilmiah, melainkan hadir sebagai solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Inovasi ini menunjukkan bagaimana limbah organik yang diolah dengan pendekatan sains mampu menjadi agen pemulih bagi alam yang mengalami penurunan kualitas,” katanya.

Di sisi lain, Direktur PKTJ Kota Tegal, Bambang Istiyanto, menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari strategi membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Tegal Jadi Arena Pencarian Talenta Karate, 826 Atlet Unjuk Kebolehan

Program itu masuk dalam Gerakan PKTJ Green Campus sekaligus mendukung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat komitmen institusi terhadap indikator UI Green Metric Sustainable University Rankings, yang menilai kinerja perguruan tinggi dalam aspek keberlanjutan lingkungan.

Pemanfaatan eco-enzim dalam penjernihan sungai menjadi pendekatan yang menarik di tengah meningkatnya persoalan pencemaran air di kawasan perkotaan. Selain memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dari limbah organik rumah tangga, metode ini juga mendorong masyarakat melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali, bukan sekadar dibuang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, aksi di Margadana diharapkan menjadi contoh bahwa pemulihan sungai dapat dimulai dari inovasi sederhana yang berbasis riset dan partisipasi publik, sekaligus mengubah limbah dapur menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang di Tegal, 29 Ribu Warga Terdampak Kekeringan
Perjuangkan Nasib Anak, Warga Moga Jalan Kaki dari Tegal ke Jakarta
Belanja Kota Tegal Naik Rp44 Miliar, Defisit APBD 2026 Melonjak 81 Persen
Kota Tegal Raih Peringkat Kedua Layanan Kesehatan, Dapat Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar
Guru MTs di Tegal Bawa Pulang Innova Zenix dari Undian Bank Jateng
AI Makin Masuk ke Sekolah, DPR Ingatkan Penguatan Pendidikan Karakter
29 Ribu Warga Tegal Dapat Jatah Beras 30 Kg Selama Tiga Bulan
Terduga Pencuri Motor di Tegal Kecelakaan, Polisi Dalami Kasusnya

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 06:59 WIB

Kemarau Panjang di Tegal, 29 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

Jumat, 4 September 2026 - 14:45 WIB

Perjuangkan Nasib Anak, Warga Moga Jalan Kaki dari Tegal ke Jakarta

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Belanja Kota Tegal Naik Rp44 Miliar, Defisit APBD 2026 Melonjak 81 Persen

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Kota Tegal Raih Peringkat Kedua Layanan Kesehatan, Dapat Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Guru MTs di Tegal Bawa Pulang Innova Zenix dari Undian Bank Jateng

Berita Terbaru