Dari Keliling Pasar Jual Batik, Hanafi Kini Sukses Bangun Brand Celana Lokal “Al Cloth”

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Hanafi (38) pemilik usaha celana kanvas merek AI Cloth sedang mengecek pekerjaan karyawannya, Selasa (19/5/26).

Hanafi (38) pemilik usaha celana kanvas merek AI Cloth sedang mengecek pekerjaan karyawannya, Selasa (19/5/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Perjalanan usaha Hanafi (38), warga Tirto, Kabupaten Pekalongan, menjadi bukti bahwa ketekunan dan keberanian beradaptasi mampu mengubah nasib seseorang. Berawal dari berjualan batik secara keliling di pasar tradisional, kini ia berhasil membangun brand celana kanvas lokal bernama ‘Al Cloth’ yang pemasarannya telah menembus luar negeri.

Saat ditemui di rumah produksi celana kanvas di wilayah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/05), Hanafi menceritakan bagaimana dirinya memulai usaha dari bawah. Dahulu, ia hanya menjual batik milik orang lain dengan cara ‘ider’ atau berkeliling ke pasar-pasar tradisional.

“Awalnya jualan batik keliling di Pasar Banjarsari. Waktu itu saya hanya ambil barang orang untuk dijual lagi,” kata Hanafi.

Keuntungan dari berjualan batik kemudian ia putar kembali untuk mencoba usaha lain, salah satunya menjual celana jeans dari teman sesama pedagang. Meski hasilnya belum besar, Hanafi terus mencoba mencari peluang usaha yang lebih menjanjikan.

Memasuki tahun 2017, ia mulai mengenal penjualan online melalui Facebook dan marketplace. Dari situlah bisnisnya perlahan berkembang.

Baca Juga :  Viral! Pelajar Ditampar Usai Salip Motor di Doro, Polisi Pilih Jalur Damai

“Awalnya cuma coba-coba jualan online. Ternyata respons pembeli bagus dan penjualannya mulai meningkat,” ujarnya.

Momentum besar datang saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika aktivitas masyarakat dibatasi, penjualan online justru mengalami lonjakan signifikan.

Menurut Hanafi, saat itu penjualan daring miliknya sempat menyumbang sekitar 70 persen dari total pendapatan usaha.

Namun perjalanan bisnisnya tak selalu berjalan mulus. Pada 2022, usahanya sempat terhenti setelah stok celana jeans yang dibelinya kurang diminati pasar. Ia juga pernah mengalami kerugian akibat penipuan dari pembeli yang mengembalikan barang tidak sesuai.

“Barang yang dikembalikan ternyata bukan produk saya, tapi kain daster bekas,” ungkapnya.

Meski sempat vakum selama hampir satu tahun, Hanafi akhirnya bangkit setelah mendapat dukungan dari rekan vendor. Ia kemudian memutuskan fokus menjual satu produk unggulan, yakni celana kanvas.

Melalui brand ‘Al Cloth’, Hanafi mulai serius mengembangkan pemasaran di platform e-commerce sejak 2024. Strategi tersebut terbukti efektif karena sistem transaksi dinilai lebih aman bagi penjual maupun pembeli.

Baca Juga :  Batang Jadi Mesin Investasi Eks Karesidenan Pekalongan, Komitmen Investor Tembus Rp55 Triliun

Selain itu, fitur pembayaran Cash on Delivery (COD) juga dinilai membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kini, usaha Al Cloth terus berkembang. Hanafi telah mempekerjakan enam karyawan tetap dan menggandeng sekitar 25 vendor penjahit lokal untuk memenuhi permintaan pasar.

Bahkan saat Ramadan, jumlah pesanan bisa melonjak hingga mencapai sekitar 400 resi per hari.

Menariknya, seluruh bahan baku yang digunakan merupakan produk lokal. Meski begitu, pemasaran Al Cloth kini telah menjangkau konsumen di luar negeri, seperti Hongkong dan Singapura.

“Pembelinya ada dari Hongkong dan Singapura, meskipun kebanyakan warga Indonesia yang tinggal di sana,” katanya.

Salah satu vendor penjahit Al Cloth, Iswandi (57), mengaku terbantu dengan konsistensi pesanan yang diterimanya.

Penjahit asal Kedungwuni itu mengatakan, banyaknya order dari Al Cloth membuat usahanya terus berjalan dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah sangat membantu. Ada pekerjaan rutin untuk warga sini,” pungkasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah dengan Jumlah Pelanggan PDAM Terbanyak, Berikut Daftarnya
KEK Industropolis Batang Siapkan Aren sebagai Bahan Baku Bioetanol Kejar Kemandirian Energi Hijau
Siapa Raja Hotel Bintang 5 Dunia? Ini Daftar Penguasanya
Maskapai Raksasa Kuasai Penerbangan Dunia, Ini 10 Daftarnya
Pemda Batang Sebut Layanan Tukar Uang BI-Pegadaian di UPC Limpung Bawa Dampak Ekonomi Warga Lokal
Pegadaian Ungkap Strategi Kolaborasi Bersama BI Tegal, Bidik Nasabah Baru di Kabupaten Batang
BI Tegal Jadikan Pegadaian di Batang Mitra Penukaran Uang, Layanan Perbankan Tetap Berjalan
BI Tegal Perluas Penukaran Uang di Pegadaian, Warga Batang Diingatkan Peredaran Uang Palsu

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah dengan Jumlah Pelanggan PDAM Terbanyak, Berikut Daftarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:43 WIB

KEK Industropolis Batang Siapkan Aren sebagai Bahan Baku Bioetanol Kejar Kemandirian Energi Hijau

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Siapa Raja Hotel Bintang 5 Dunia? Ini Daftar Penguasanya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Maskapai Raksasa Kuasai Penerbangan Dunia, Ini 10 Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 14:12 WIB

Pemda Batang Sebut Layanan Tukar Uang BI-Pegadaian di UPC Limpung Bawa Dampak Ekonomi Warga Lokal

Berita Terbaru