KANAL BISNIS — Pemerintah Kabupaten Batang berharap layanan penukaran uang rupiah melalui kerja sama Bank Indonesia (BI) Tegal dan PT Pegadaian dapat memperluas akses pelayanan ekonomi masyarakat di Limpung dan wilayah sekitarnya.
Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batang, Abu Hurairah, menilai penempatan layanan di UPC Pegadaian Limpung memiliki relevansi dengan perkembangan ekonomi kawasan Batang, terutama wilayah yang berada di sekitar kawasan industri.
Menurut Abu, Kabupaten Batang memiliki dua kawasan industri yang menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi daerah, yakni Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP).
Ia berharap pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dapat memberi dampak lebih luas bagi masyarakat di wilayah sekitar.
“Kalau di Limpung ini, kemungkinan kenapa diletakkan di situ, bukan di Batang? Ya mungkin karena ada multiplier effect dari KITB,” kata Abu kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).
Meski demikian, Abu mengakui pengukuran dampak ekonomi pada tingkat kecamatan tidak mudah dilakukan. Ia menyebut perkembangan aktivitas usaha seperti rumah makan dapat terlihat di wilayah yang lebih ramai, tetapi data yang tersedia belum cukup untuk memastikan besarnya dampak secara terukur.
Salah satu bentuk pelayanan yang diharapkan mendekatkan manfaat ekonomi kepada masyarakat adalah layanan penukaran uang rupiah melalui jaringan Pegadaian.
Abu mengatakan, sebelumnya penukaran uang menjelang hari raya pernah dilakukan secara khusus di wilayah yang jauh dari pusat layanan. Dengan adanya kerja sama BI dan Pegadaian, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih dekat dan tidak selalu menunggu kegiatan penukaran yang diselenggarakan pada waktu tertentu.
“Dengan adanya kolaborasi semacam ini, layanan penukaran uang itu bisa lebih dekat dengan kita,” ujarnya.
Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis di UPC Pegadaian Limpung. Kapasitas pelayanan yang disampaikan dalam kegiatan peluncuran mencapai sekitar Rp210 juta.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa pemilihan Pegadaian didasarkan antara lain pada jaringan kantor dan kedekatannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan menambah akses terhadap layanan resmi penukaran uang, sementara pelaksanaannya akan dievaluasi sebelum diperluas.
Bagi Pemerintah Kabupaten Batang, layanan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan. Namun, besarnya dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal masih perlu ditelusuri melalui data transaksi, aktivitas usaha, dan penggunaan layanan oleh warga.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












