KANAL BISNIS – Forbes Travel Guide 2025 mencatat dunia memiliki 336 hotel Five-Star dengan standar lembaga tersebut. Namun bila menggunakan klasifikasi bintang lima yang lebih luas dari berbagai sumber nasional dan platform perjalanan, jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan properti di seluruh dunia.
Perbedaan ini penting dipahami. Label ‘bintang 5’ versi otoritas pariwisata umumnya menilai fasilitas, ukuran kamar dan kelengkapan layanan, sementara Forbes menilai pengalaman tamu secara rinci melalui inspeksi anonim. Itulah sebabnya Istanbul dapat memimpin jumlah hotel berlabel bintang lima, tetapi Macau memimpin jumlah hotel Five-Star versi Forbes.
Kota dengan Hotel Bintang 5 Terbanyak
Berdasarkan kompilasi peringkat global 2025, tiga kota Asia mendominasi jumlah hotel bintang lima dunia: Istanbul, Shanghai dan Bangkok. Istanbul dan Shanghai masing-masing memiliki sekitar 201 hotel bintang 5, disusul Bangkok dengan 200 hotel.
London berada di posisi berikutnya dengan sekitar 162 hotel, lalu Dubai dengan 133 hotel dan Manila dengan 127 hotel. Paris mencatat sekitar 116 hotel, Beijing 112 hotel, Mexico City 88 hotel, dan Batumi di Georgia 86 hotel.
Daftar ini memperlihatkan pergeseran geografis industri perhotelan mewah. Asia dan Timur Tengah bukan lagi sekadar pasar berkembang, melainkan pusat pertumbuhan utama, sementara Eropa tetap bertahan melalui kekuatan warisan, destinasi ikonik, dan permintaan wisatawan kelas atas.
Dalam pengukuran yang lebih selektif, Macau tetap menjadi ‘ibu kota hotel Five-Star dunia’ untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2025, dengan 24 hotel meraih penghargaan Forbes Travel Guide. London menyusul dengan 20 hotel Five-Star.
Negara dan Kawasan yang Dominan
Tiongkok, termasuk Macau dan Hong Kong, menjadi kekuatan besar dalam segmen hotel kelas atas. Forbes mencatat Tiongkok kembali menambah pemenang Five-Star pada 2025, termasuk Rosewood Guangzhou dan The Ritz-Carlton Hong Kong, di samping dominasi Macau sebagai kota dengan hotel Five-Star terbanyak.
Amerika Serikat juga tetap menjadi pasar inti hotel mewah. Pada daftar Forbes 2025, negara tersebut menambah properti Five-Star di Arizona, California, dan Montana, menandakan bahwa permintaan hotel ultra-mewah tidak hanya terpusat di kota besar seperti New York atau Los Angeles.
Eropa tetap kuat pada hotel bersejarah dan destinasi lifestyle premium, terutama di London dan Paris. Sementara itu, Dubai dan kota-kota Teluk lainnya membangun reputasi melalui resort berskala besar, arsitektur ikonik, serta permintaan wisatawan kaya dari berbagai belahan dunia.
Jaringan Hotel: Siapa Mengendalikan Pasar
Di tingkat korporasi, Marriott International adalah grup hotel terbesar dunia berdasarkan jumlah kamar. Per akhir 2025, Marriott mengoperasikan 9.805 properti dengan 1.779.936 kamar di 145 negara dan wilayah.
Portofolio luxury Marriott mencakup merek-merek paling dikenal di industri ini, seperti Ritz-Carlton, St. Regis, JW Marriott, Luxury Collection, dan W Hotels. Kekuatan Marriott bukan hanya pada jumlah kamar, tetapi juga pada sistem distribusi global, program loyalitas Marriott Bonvoy, dan kemampuannya menjual pengalaman merek di berbagai kelas pasar.
Hilton Worldwide menyusul sebagai kekuatan besar dengan sekitar 1,38 juta kamar dan lebih dari 9.400 properti per pertengahan 2026. Merek Hilton dinilai sebagai merek hotel paling bernilai di dunia dengan nilai merek sekitar USD 19,2 miliar, didukung portofolio premium seperti Waldorf Astoria, Conrad, dan LXR Hotels & Resorts.
Accor mengendalikan sekitar 882 ribu kamar melalui lebih dari 5.800 hotel di lebih dari 110 negara. Grup asal Prancis ini kuat di Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin, dengan merek luxury seperti Raffles, Fairmont, Sofitel, dan Orient Express.
IHG Hotels & Resorts juga menjadi pemain penting melalui InterContinental, Six Senses, dan Regent, sementara Hyatt berfokus pada segmen premium dan lifestyle melalui Park Hyatt, Grand Hyatt, serta Andaz.
Nilai Ekonomi Segmen Mewah
Nilai hotel bintang 5 tidak hanya berasal dari jumlah kamar, tetapi juga dari revenue per available room atau RevPAR, tarif kamar, belanja food and beverage, spa, hiburan, dan loyalitas tamu. Satu laporan riset memperkirakan dunia memiliki sekitar satu juta kamar bintang lima, menunjukkan bahwa segmen ini merupakan pasar properti yang sangat besar meskipun jumlah propertinya jauh lebih kecil dibanding hotel ekonomi.
Marriott mencatat pendapatan tahunan sekitar USD 26,19 miliar, sementara kapitalisasi pasarnya dilaporkan melampaui USD 90 miliar pada awal 2026. Angka tersebut menegaskan bahwa perusahaan perhotelan modern bukan lagi sekadar operator penginapan, melainkan platform properti, teknologi reservasi, loyalitas, dan manajemen aset berskala global.
Model bisnis grup besar seperti Marriott dan Hilton sebagian besar berbasis franchise dan manajemen, bukan kepemilikan aset langsung. Dengan demikian, mereka memperoleh pendapatan dari lisensi merek, sistem distribusi, program loyalitas, dan layanan operasional. Model ini memungkinkan pertumbuhan jumlah kamar lebih cepat tanpa menanggung seluruh risiko modal dari pembangunan properti.
Hotel – Hotel Ikonik dan Keistimewaannya
Beberapa properti menjadi penanda standar kemewahan global. Raffles at Galaxy Macau masuk daftar Five-Star Forbes 2025 dan dikenal dengan suite berskala besar, kehadirannya memperkuat posisi Macau sebagai pusat hotel ultra-mewah di Asia.
Epic Tower at Studio City Macau juga masuk daftar pemenang Five-Star Forbes 2025. Hotel all-suite ini menawarkan pemandangan area Coloane dan ikon Golden Reel, mencerminkan tren hotel modern yang menggabungkan akomodasi, hiburan, dan pengalaman destinasi.
The Ritz-Carlton, Hong Kong menjadi salah satu tambahan Five-Star dari Tiongkok pada 2025. Kehadirannya memperlihatkan kekuatan merek Marriott dalam menembus pasar Asia yang sangat kompetitif.
Di Dubai, hotel seperti Burj Al Arab Jumeirah, Atlantis The Royal, dan One&Only Royal Mirage menjadikan arsitektur, hiburan, kuliner, dan pengalaman resort sebagai daya tarik utama. Sementara di London, nama seperti The Savoy, Claridge’s, The Ritz dan The Connaught mewakili kekuatan hotel warisan Eropa yang menjual sejarah, layanan personal, dan lokasi premium.
Tren yang Membentuk Masa Depan
Pasar hotel bintang 5 semakin bergeser dari sekadar kemewahan fisik menuju pengalaman yang dapat diverifikasi layanan personal, kuliner berkelas, spa, privasi, kesehatan dan keberlanjutan. Forbes Travel Guide 2025 menilai lebih dari 2.100 properti di 90 negara, menunjukkan bahwa standardisasi kualitas global semakin meluas.
Bagi investor dan operator, peluang terbesar berada di kota dengan pertumbuhan wisatawan premium seperti Bangkok, Dubai, Shanghai, dan Manila. Bagi merek hotel, tantangan utama adalah memperluas portofolio luxury tanpa menipiskan eksklusivitas merek.
Dengan Marriott mengendalikan hampir 1,8 juta kamar, Hilton memegang merek hotel bernilai USD 19,2 miliar, dan Accor mengelola lebih dari 880 ribu kamar, industri hotel bintang 5 telah berubah menjadi bisnis global bernilai triliunan rupiah—bukan lagi sekadar industri perhotelan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












