Tiga Sapi Diduga Terpapar PMK Masuk Batang, Penjualan Hewan Kurban Diawasi Ketat

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 10:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dispaperta Kabupaten Batang menemukan tiga ekor sapi kurban yang berasal dari luar daerah diduga terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat melakukan pengawasan, Senin (25/5/26)

Dispaperta Kabupaten Batang menemukan tiga ekor sapi kurban yang berasal dari luar daerah diduga terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat melakukan pengawasan, Senin (25/5/26)

BATANG, KANALPLUS.ID – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang menemukan tiga ekor sapi kurban yang berasal dari luar daerah diduga terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat melakukan pengawasan. Tiga sapi tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Warungasem dan diketahui berasal dari Jawa Timur.

Dokter Hewan Dispaperta Batang, Ambar Puspitaningsih, mengatakan temuan itu diperoleh saat tim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak dan kandang penjualan ternak menjelang Iduladha.

“Sudah kami ambil sampel swab dan dikirim ke Balai Veteriner Semarang untuk pemeriksaan laboratorium. Untuk sementara hewan dipisahkan dari ternak lain, diobati sampai sembuh, dan tidak direkomendasikan dijual untuk kurban tahun ini,” katanya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga :  Galangan Kapal di Batang Nyaris Ludes Terbakar, Api Diduga dari Sisa Bara Kayu

Temuan tersebut membuat pengawasan terhadap hewan kurban, terutama sapi dari luar daerah, diperketat. Dispaperta kini memfokuskan pemantauan pada lapak-lapak penjualan hewan kurban dadakan yang mulai bermunculan di pinggir jalan.

Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang. Di lokasi itu, petugas memeriksa kondisi fisik ternak mulai dari mulut, kulit, hingga kesehatan umum hewan.

Menurut Ambar, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD) yang masih menjadi perhatian meski kasusnya mulai menurun.

“Fokus kami masih PMK dan LSD. Memang trennya sudah menurun, tetapi hewan pendatang tetap harus diawasi ketat,” ujarnya.

Sebanyak 21 petugas kesehatan hewan diterjunkan ke 15 kecamatan guna melakukan pemeriksaan kandang penyedia hewan kurban hingga lapak penjualan sementara.

Baca Juga :  RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, Dispaperta juga telah menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi ternak yang dinyatakan sehat dan layak dijual untuk kurban.

Selain sapi, pemeriksaan juga menyasar kambing, terutama untuk mendeteksi penyakit kulit seperti scabies yang kerap muncul pada ternak.

Di tengah meningkatnya pengawasan, Dispaperta memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada Iduladha sebelumnya, jumlah sapi kurban di Batang tercatat lebih dari 1.500 ekor, sedangkan kambing mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor.

“Prediksi tahun ini sedikit menurun, kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat,” jelas Ambar.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru